February 9, 2026

Oleh Herry Tjahjono

Di bawah langit biru dan napas kawah yang berasap, Juliana Marins tersenyum lebar.
Ia mengangkat tangannya seolah hendak menyentuh awan, tapi sesungguhnya ia sedang memeluk Gunung itu – Indonesia itu – dengan jiwa.

Juliana datang bukan sekadar berkunjung,
tapi ia datang untuk mencintai.
Membawa senyum Brasil, lalu membagikannya kepada hutan, danau, dan anak-anak angin.
Ia bukan sekadar wisatawan,
ia seperti sahabat lama yang akhirnya kembali pulang.

Kini, Gunung itu menyimpan senyumnya.
Tanah itu memeluknya kembali.
Indonesia kehilangan seorang tamu yang tahu cara mencintai lebih dalam dari kebanyakan kita sendiri sebagai tuan rumah.

Terima kasih, Juliana.
Untuk langkahmu yang ringan,
untuk pelukanmu yang utuh.
Dalam kepergianmu yang abadi,
Brasil dan Indonesia jadi lebih dekat – bukan lewat perjanjian,
tapi lewat airmata dan ketulusan.

Juliana, kamu telah memeluk negeri ini sampai akhir.
Dan negeri ini, dengan segala hormatnya, kini memelukmu untuk selamanya.

Selamat jalan Juliana, dalam damai.

Anda dapat mengakses melalui link di bawah ini:

Herry Tjahjono