Perkuat Kepemimpinan Madrasah : Pengawas MHD. Yustar Sosialisasikan Juknis PKKM di MAN Kota Sawahlunto
Sawahlunto, 7 Oktober 2025 Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto menerima tamu yang membawa secercah cahaya harapan dan arah baru bagi pendidikan madrasah. Pengawas Madrasah Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Mhd. Yustar, hadir dengan penuh ketulusan dalam agenda kunjungan sekaligus pembinaan yang menandai dimulainya Penilaian Kinerja Kepala Madrasah (PKKM) Tahun 2025.
Dengan langkah yang mantap dan senyum yang tak lepas dari wajahnya, Mhd Yustar disambut hangat oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto beserta jajaran guru dan tenaga kependidikan, di ruang Kerja Kepala MAN Kota Sawahlunto . Tidak hanya karena kehadiran sang pengawas, tapi karena semangat yang terpancar dari mata-mata pendidik yang ingin terus berbenah dan bertumbuh.
Dalam pembinaannya, Mhd. Yustar menyampaikan bahwa PKKM bukan sekadar prosedur administratif, melainkan cerminan integritas dan dedikasi seorang pemimpin madrasah dalam memajukan lembaga yang dipimpinnya. Ia menjabarkan empat komponen utama yang menjadi dasar penilaian kinerja kepala madrasah tahun ini:
1. Pengembangan Madrasah
Komponen ini menilai sejauh mana kepala madrasah mampu merancang dan melaksanakan program-program strategis untuk kemajuan madrasah, termasuk peningkatan mutu lulusan, pemanfaatan teknologi dalam pembelajaran, hingga penguatan nilai-nilai keislaman dalam budaya sekolah. “Madrasah bukan hanya tempat belajar, tapi juga tempat menanam harapan dan membesarkan cita-cita,” ujar Yustar dengan nada penuh keyakinan.
2. Pelaksanaan Tugas Manajerial
Sebagai nakhoda, kepala madrasah harus mampu mengelola sumber daya secara efektif dan efisien. Pengorganisasian, perencanaan, pelaksanaan, hingga evaluasi program pendidikan menjadi bagian tak terpisahkan dari tanggung jawab manajerial. “Manajemen madrasah bukan hanya soal administrasi, tapi tentang bagaimana menjadikan sistem bekerja untuk melayani tujuan mulia pendidikan,” tambah Yustar.
3. Pengembangan Kewirausahaan
Dalam dunia yang semakin kompleks dan kompetitif, madrasah perlu menumbuhkan jiwa wirausaha, tidak hanya bagi siswa tetapi juga dalam tata kelola lembaga. Kreativitas, inovasi, dan kemandirian menjadi kunci dalam menghadapi tantangan masa depan. “Madrasah harus menjadi ladang subur bagi tumbuhnya gagasan-gagasan cemerlang yang bisa menjawab kebutuhan zaman,” ungkap Yustar.
4. Supervisi kepada Pendidik dan Tenaga Kependidikan
Komponen ini menitikberatkan pada peran kepala madrasah sebagai pembimbing profesional bagi para guru dan staf. Memberi arahan, melakukan penilaian kinerja guru, serta menciptakan suasana kerja yang kondusif adalah bentuk nyata kepemimpinan yang melayani dan memberdayakan. “Kepala madrasah adalah pelita yang menyalakan cahaya di tengah kegelapan, bukan hakim yang menunjuk kesalahan,” tegas Yustar.
Kunjungan tersebut ditutup dengan diskusi reflektif bersama Kaur TU Yurmaini, Oky Loly Weny Wakil Kepala Bidang Kurikulum, Husein Al Haves wakil kepala bidang sarpras, Syafri Ervandi Wakil Kepala Bidang Kesiswaan, Nofri Hendra wakil kepala bidang Humas serta bendahara Era santusi, membahas tentang persiapan PKKM Tahun 2025 ini. Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan apresiasi atas pembinaan tersebut, menyebutnya sebagai “cermin jernih” untuk melihat ke dalam diri, mengevaluasi, dan memperbaiki langkah-langkah ke depan.
“Kami menyadari bahwa menjadi pemimpin madrasah bukanlah tugas yang ringan, namun dengan pembinaan dan arahan yang tepat, kami yakin bisa menunaikan amanah ini dengan sebaik-baiknya,” ujar Dafril penuh harap.
PPKM bukanlah akhir, melainkan awal dari perjalanan panjang menuju madrasah yang unggul, berdaya saing, dan tetap berpijak pada nilai-nilai luhur keislaman.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB