April 17, 2026

Pesan Tritunggal Mahakudus dari RD. Domincs Baldawins Masriat: Hidup dalam Relasi Kasih Sejati

Oleh : joko

http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina — Minggu, 15 Juni 2025 menjadi hari yang penuh makna di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, Filipina.

Dalam perayaan Hari Raya Tritunggal Mahakudus, RD. Domincs Baldawins Masriat, imam muda asal Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Indonesia yang kini bertugas sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila, menyampaikan refleksi iman yang mendalam tentang misteri kasih Allah Tritunggal.

Dalam pesannya yang bertajuk “Sejenak Sabda”, RD. Domincs mengajak umat merenungkan makna Tritunggal Mahakudus—satu Allah dalam tiga Pribadi: Bapa, Putra, dan Roh Kudus. Ketiga-Nya berbeda pribadi, namun satu hakikat Ilahi yang tidak terpisahkan dalam ikatan kasih yang sempurna.

“Bapa adalah Pencipta, Putra adalah Penyelamat yang berkurban demi keselamatan umat manusia, dan Roh Kudus adalah Pribadi Ilahi yang menyertai serta menguatkan kita sebagai anak-anak Allah,” ungkapnya.

Lebih jauh, RD. Domincs mengutip ajaran Santo Thomas Aquinas, bahwa kesatuan Allah Tritunggal bukan sekadar konsep teologis, melainkan relasi kasih yang nyata.

Relasi itu diikat oleh cinta yang tulus antara Bapa, Putra, dan Roh Kudus demi keselamatan manusia.

Ia menegaskan bahwa misteri Tritunggal Mahakudus meski sulit dipahami secara akal budi, namun dapat menjadi teladan bagi kehidupan sehari-hari umat beriman, khususnya dalam hidup berkeluarga, menggereja, dan bermasyarakat.

“Dalam hidup manusia, perbedaan itu pasti ada—latar belakang, suku, budaya, bahkan kepentingan. Tetapi hendaklah semua dirangkai dan diikat oleh kasih. Seperti relasi Tritunggal Mahakudus yang utuh dan tak terpisahkan, kita pun dipanggil untuk hidup saling menopang, mendukung, membahagiakan, dan mengasihi,” pesannya.

RD. Domincs juga mengingatkan agar umat menjauhkan diri dari sikap egois, kesombongan, dendam, dan kerakusan yang bisa merusak hubungan antarpribadi.

Sebaliknya, ia mengajak semua orang untuk membangun relasi kasih yang dilandasi kerendahan hati, kesabaran, dan kemurahan hati sebagaimana diajarkan Rasul Paulus dalam surat-suratnya.

Menutup renungannya, ia mengutip pesan Paus Fransiskus yang menekankan bahwa manusia diciptakan untuk hidup dalam kebersamaan, bukan untuk menutup diri.

“Kita bukan pulau yang terpisah. Kita ada di dunia untuk mencerminkan gambar Allah yang penuh kasih, terbuka, dan saling membutuhkan,” kutip RD. Domincs.

Sebagai penutup, ia mengajak seluruh umat untuk berdoa:

“Ya Allah, berkatilah kami agar kami mampu hidup dalam relasi kasih.”

Dengan penuh kerendahan hati, RD. Domincs Baldawins Masriat berharap agar pesan Tritunggal Mahakudus ini menjadi inspirasi bagi umat Katolik di mana pun berada, terutama dalam membangun kehidupan keluarga, komunitas gereja, dan masyarakat yang rukun serta penuh cinta kasih.