February 9, 2026

Polri Humanis di Tanah Papua: Bermain Bola, Menanam Damai

Oleh : joko

Tawa Anak Mimika, Bukti Pendekatan Satgas Cartenz Tak Sekadar Tugas

Melalui permainan sepak bola dan momen kebersamaan, Satgas Operasi Damai Cartenz hadir di tengah anak-anak Mimika, membawa pesan damai dan persaudaraan di Tanah Papua.

http://suaraanaknegerinews.com | Papua, 30 Juli 2025 – Sore itu, langit Mimika cerah. Di lapangan terbuka Jl. Pemuda, Kamoro Jaya, Distrik Mimika Baru, tawa anak-anak membahana di antara sorakan kecil dan tendangan bola.

Di tengah mereka, berdiri sosok-sosok berseragam yang bukan untuk menakutkan, melainkan untuk bermain—dan menjalin kedekatan.

Adalah personel Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, dipimpin oleh Iptu I Gde Pradana Sthirabudhi, S.Ds., yang sore itu memilih mendekat lewat cara yang paling sederhana: bermain bola bersama anak-anak dan remaja sekitar.

Kegiatan ini bukan sekadar olahraga sore, melainkan bagian dari strategi pendekatan humanis yang terus dijalankan Satgas Damai Cartenz dalam menjalin hubungan yang harmonis antara aparat dan masyarakat Papua.

Menanam Damai Lewat Kebersamaan

Keceriaan tampak jelas. Anak-anak tertawa, berlari, bercengkrama tanpa jarak dengan para aparat. Bahkan setelah pertandingan persahabatan itu, mereka masih duduk bersama, menikmati jus buah yang dibagikan langsung oleh para anggota kepolisian.

Sentuhan kecil, namun bermakna besar, menunjukkan kasih sayang dan kepedulian yang tulus dari aparat terhadap generasi muda Papua.

Tak hanya itu, suasana kemerdekaan turut terasa. Anak-anak mengibarkan bendera merah putih kecil dengan bangga. Momen yang sederhana, tetapi menggugah hati, mengajarkan bahwa rasa cinta tanah air bisa tumbuh dari ruang-ruang interaksi yang damai dan penuh empati.

Pesan dari Pimpinan: Polri Ada untuk Rakyat

Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, S.Sos., S.I.K., M.H., yang turut memantau kegiatan ini, menegaskan bahwa aktivitas semacam ini merupakan cerminan konsistensi Polri dalam menjunjung pendekatan humanis di Papua.

“Kami ingin menumbuhkan harapan, membangun kedekatan, dan menciptakan rasa damai bersama masyarakat Papua, terutama generasi mudanya. Dengan bermain dan berbagi kebahagiaan, kita sedang menanam benih kepercayaan dan kedamaian di hati mereka,” ujar Brigjen Faizal.

Di sampingnya, Wakaops Damai Cartenz, Kombes Pol. Adarma Sinaga, S.I.K., M.Hum., turut mendampingi dan memastikan bahwa kegiatan ini berjalan secara alami dan penuh kehangatan.

Anak-Anak: Jembatan Masa Depan Papua

Kepala Satgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo, S.I.K., M.T., pun menambahkan bahwa kegiatan semacam ini telah terbukti efektif dalam membangun jembatan sosial antara aparat dan masyarakat.

“Anak-anak adalah jembatan masa depan. Melalui pendekatan bersahabat, kami ingin menanamkan nilai persatuan dan kepercayaan terhadap negara. Kegiatan humanis seperti ini menjadi sarana komunikasi sosial yang kuat,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan-kegiatan seperti ini bukan hanya pendekatan, melainkan fondasi dari perdamaian berkelanjutan di Bumi Cenderawasih.

Menjadi Sahabat, Bukan Sekadar Penjaga

Dengan terus digelarnya kegiatan serupa secara rutin, Operasi Damai Cartenz berkomitmen menghadirkan kehadiran Polri yang ramah, dekat, dan membangun rasa aman secara menyeluruh di Papua.

Tak sekadar hadir sebagai penjaga keamanan, tetapi juga sebagai sahabat, pendengar, dan bagian dari kehidupan masyarakat.

Di lapangan itu, di tengah tawa anak-anak Mimika yang berlari mengejar bola dan mengibarkan merah putih kecil di tangan mereka, tergambar jelas pesan: damai itu nyata jika kita saling merangkul.