May 15, 2026

Proposal Riset Dua Siswi MAN Kota Sawahlunto Menembus Gerbang Nasional KREASI 2026

IMG-20260514-WA0098

SAWAHLUNTO (Humas) 15 Mei 2026

Tim riset dari Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto yang digawangi oleh Raisyah Qurrata Aini dan Syakirah Serenami resmi dinyatakan melaju ke babak Kurasi dalam ajang bergengsi Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia (KREASI) 2026. Melalui penelitian mendalam di bidang Ilmu Sosial, Humaniora, dan Keagamaan (ISHK), kedua siswi MAN Kota Sawahlunto ini siap bersaing di panggung nasional yang diselenggarakan oleh ABAK Academy bekerja sama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM).

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro atas Nama Keluarga besar MAN Kota Sawahlunto menyampaikan rasa syukur dan apresiasi yang setinggi-tingginya atas keberhasilan kalian melaju ke Babak Kurasi Nasional dalam ajang KREAS (Kompetisi Riset dan Inovasi Siswa Indonesia) tahun 2026.

Selanjutnya Dafril mengatakan, “Menembus level nasional dalam bidang Ilmu Pengetahuan Sosial Humaniora dan Keagamaan (ISHK) bukanlah perkara mudah,” Hal ini membuktikan bahwa siswa MAN Kota Sawahlunto tidak hanya unggul dalam urusan ukhrawi, tetapi juga memiliki nalar kritis dan kepekaan sosial yang tajam terhadap dinamika zaman”, Lanjut Dafril Tuanku Bandaro

Raisyah dan Syakirah mengangkat judul penelitian yang sangat relevan dengan zaman: “Persepsi dan Pengalaman Remaja Indonesia Terhadap Pembatasan Usia Pengguna Media Sosial: Studi Kasus Pada Kelompok Usia di Bawah 16 Tahun Kota Sawahlunto”. Di bawah bimbingan tangan dinginĀ  Desi Apriyanti Naspin, riset ini berhasil memikat para kurator nasional karena ketajaman analisisnya terhadap fenomena pembatasan ruang digital bagi generasi Z.

Desi Apriyanti Naspin, sang pembimbing, mengungkapkan bahwa pencapaian hingga tahap Kurasi ini adalah buah dari ketekunan dan kerja keras yang luar biasa. Baginya, proses riset ini adalah bentuk edukasi karakter agar siswa tidak hanya menjadi konsumen teknologi, tetapi juga pengamat kritis yang solutif.

Ajang KREASI 2026 yang diinisiasi oleh ABAK Academy dan UGM dikenal sebagai kawah candradimuka bagi peneliti muda terbaik se-Indonesia. Masuknya delegasi MAN Kota Sawahlunto ke babak ini menjadi bukti bahwa kualitas literasi dan kemampuan riset anak bangsa tidak lagi terpusat di kota-kota besar, melainkan juga tumbuh subur di yang berada di jantung kebudayaan Sumatera Barat.

Lolosnya penelitian ini ke babak Kurasi merupakan fase krusial sebelum mereka melaju ke babak presentasi final. Kini, Raisyah dan Syakirah tengah bersiap menyempurnakan temuan mereka. Di tangan mereka, harapan besar disematkan: bahwa dari sebuah kota kecil yang pernah menerangi dunia dengan batubaranya, kini lahir pemikiran-pemikiran cemerlang yang mampu menerangi masa depan digital Indonesia.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor: DTB