RD Ponsianus Ongirwalu Hadirkan Kasih Paskah bagi Anak-anak
http://suaraanaknegerinews.com | Pagi yang teduh di Gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY), Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Kamis (16/4/2026), menghadirkan sebuah kisah sederhana namun sarat makna.
Di tengah perayaan Pekan II Paskah dan Novena Santo Anselmus, suasana ibadat harian terasa lebih hangat dari biasanya.
Sosok Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu, menjadi perpanjangan tangan kasih yang nyata, tidak hanya dalam doa, tetapi juga melalui tindakan yang menyentuh hati umat kecil.
Bagi kesembilan anak yang setia melayani, pagi bukan sekadar rutinitas, melainkan panggilan hati. Langkah mereka menuju gereja adalah ungkapan rindu untuk berjumpa dengan Tuhan.
Namun pagi itu menjadi berbeda. Usai Misa harian dan Novena Santo Anselmus hari kedua, mereka dipanggil satu per satu.
Dengan senyum hangat, Pastor memberikan bantuan sederhana berupa uang jajan dan biaya transportasi, sebuah perhatian kecil yang membawa kebahagiaan besar.
“Kami tidak menyangka hari ini akan menjadi begitu spesial. Datang ke Misa Harian dan melanjutkan Novena Santo Anselmus sudah merupakan berkat. Namun ketika Pastor memberi perhatian, hati kami terasa penuh. Ini bukan soal jumlahnya, tapi soal merasa dilihat dan disayangi oleh Gereja.”
Momen itu tidak berhenti pada rasa haru. Di dalamnya tersimpan pesan yang lebih dalam tentang panggilan hidup.
Anak-anak itu diingatkan bahwa iman tidak hanya hidup di dalam gereja, tetapi juga harus nyata di lingkungan sekolah dan kehidupan sehari-hari.
Bantuan sederhana yang mereka terima menjadi peneguhan bahwa Tuhan hadir melalui cara-cara yang dekat dan nyata.
“Pastor mengingatkan bahwa tugas kami bukan hanya berdoa di gereja, tetapi juga menjadi saksi Kristus di sekolah. Uang transportasi ini meringankan langkah kami untuk belajar, dan uang jajan ini menjadi tanda bahwa kebaikan Tuhan hadir di waktu yang tepat.”
Dari pengalaman itu, tumbuh komitmen yang sederhana namun kuat. Senyum Pastor dan perhatian umat menumbuhkan tekad untuk tetap setia, bukan karena kesempurnaan, tetapi karena cinta yang terus dipelihara dalam kesederhanaan.
“Kami ingin terus menjadi ‘Anak Hebat’ bukan karena kami sempurna, tetapi karena kami ingin tetap setia mengikuti Misa dan mencintai Tuhan meski dalam kesederhanaan. Terima kasih, Pastor. Terima kasih, HKY Olilit Barat.”
Apa yang terjadi di Olilit Barat pagi itu menjadi gambaran nyata makna Paskah yang sesungguhnya.
Tindakan RD Ponsianus Ongirwalu menghubungkan liturgi dengan kehidupan, menjadikan iman bukan sekadar perayaan, tetapi juga aksi kasih yang hidup.
Sabda Injil pun terasa hadir di tengah umat, “Barangsiapa menyambut seorang anak seperti ini dalam nama-Ku, ia menyambut Aku” (Matius 18:5).
Dari tangan seorang gembala kepada hati anak-anak yang tulus, lahirlah sukacita Paskah yang menguatkan dan menginspirasi, mengajak umat untuk terus mengutamakan Tuhan dalam setiap langkah kehidupan.(rls:wu/jk)