April 26, 2026

“Sabda Damai dari Lauran: Pastor Pius Heljanan, MSC Ajak Umat Rawat Persatuan dalam Kasih”

Oleh : joko

http://suaraanakmegerinews.com | Lauran, Kepulauan Tanimbar – Suasana khusyuk menyelimuti Gereja Katolik Hati Kudus Yesus, Lauran, pada Kamis, 5 Juni 2025.

Di hadapan umat yang hadir dalam perayaan liturgi harian, Pastor Kuasi Paroki, RP. Pius Heljanan, MSC, menyampaikan pesan reflektif nan menyentuh hati tentang pentingnya memelihara persatuan di tengah kehidupan bersama.

Dengan nada penuh kasih namun tegas, Pastor Pius mengajak umat untuk merenungkan kembali sabda dari Injil Yohanes 17:20-26—sebuah doa Yesus kepada Bapa-Nya agar semua orang yang percaya “menjadi satu, sama seperti Engkau dan Aku adalah satu.”

Antara Iman dan Kehadiran yang Mempersatukan

Dalam renungan bertajuk “Rawatlah Persatuan dalam Hidup Bersama”, Pastor Pius tidak segan menyentil realitas hidup umat beriman yang kadang justru menjadi pemicu perpecahan.

“Ada orang beriman yang kehadirannya justru menimbulkan konflik,” ujarnya. “Perkataan, perilaku, dan tindakannya merusak persaudaraan.”

Namun, di balik kritik itu, tersirat harapan besar bahwa setiap pribadi Kristiani sejatinya dipanggil untuk menjadi pembawa damai, bukan sumber perpecahan.

“Dirimu adalah anak Tuhan yang dirindukan, karena hadirmu membawa kasih yang menyatukan sesama,” tandasnya dengan penuh makna.

Persatuan: Wajah Kasih yang Nyata

Pastor Pius menekankan bahwa kesaksian hidup sebagai anak-anak Allah tidak cukup hanya melalui ritual dan doa, melainkan harus diwujudkan dalam semangat persaudaraan sejati.

“Persatuan umat beriman adalah bentuk nyata dari kasih Kristus yang hidup di antara kita,” katanya.

Ia mengajak umat untuk merawat semangat kebersamaan dalam komunitas, baik di lingkungan keluarga, gereja, maupun masyarakat luas.

Menurutnya, kebersamaan hanya bisa tumbuh jika setiap orang bersedia mengasihi dengan tulus, rendah hati dalam menyapa perbedaan, dan setia membangun dialog.

Menjadi Pribadi yang Dirindukan Kehadirannya

Renungan ini menjadi sebuah undangan bagi umat untuk menjadi pribadi yang “dirindukan” karena membawa kedamaian dan kasih. Pastor Pius menutup refleksi dengan sebuah ajakan yang menggetarkan hati:

“Rawatlah persatuan dalam komunitasmu. Hadirlah sebagai anak Tuhan yang membawa terang kasih dan bukan bara perpecahan.”

Pesan yang Menggema di Tengah Tantangan Zaman

Di tengah dinamika sosial yang makin kompleks dan kadang penuh gesekan, pesan dari Pastor Pius Heljanan ini seolah menjadi pelita yang menuntun umat untuk tidak lelah membangun harmoni. Bahwa menjadi satu dalam kasih bukanlah utopia, melainkan panggilan nyata bagi setiap orang percaya.

Dari desa kecil Lauran di ujung tenggara Kepulauan Tanimbar, gema sabda ini mengingatkan kita semua: hanya kasih yang mampu menyatukan, hanya persatuan yang bisa menguatkan.