Suara Anak Negeri News

Jembatan Suara Rakyat

Selamat Datang Rombongan Pergerakan Putri Islam Perhubungan Negeri Trengganu Malaysia di MAN Kota Sawahlunto “Menyatukan Visi Pendidikan, Menginspirasi Generasi Glob

Oleh : Dafril, Tuanku Bandaro, M.Pd.I

Kepala MAN Kota Sawahlunto

MAN Kota Sawahlunto kembali menorehkan sebuah kisah penting dalam perjalanan pendidikannya. Pada Ahad, 30 November 2025, Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto akan menjadi panggung silaturahmi lintas negara ketika Rombongan Pergerakan Puteri Islam Perhubungan Negeri Terengganu (PPIPNT) Malaysia hadir membawa semangat persaudaraan, pendidikan, dan kebudayaan.

Kunjungan ini bukan sekadar pertemuan dua institusi, namun sebuah momentum yang mempertemukan visi, tradisi, dan aspirasi generasi Islam global. Dalam rangka mengukuhkan hubungan pendidikan dua lembaga. MAN Sawahlunto menyiapkan penyambutan dengan kerja besar, kerja ikhlas, dan kerja penuh cinta.

Persiapan 90 Persen: Kerja Bersama yang Menyatukan Semangat

Di bawah arahan Kepala Kantor Kementerian Agama (Kakankemenag) Kota Sawahlunto, Dr. Dedi Wandra dan Tokoh Media Kota Sawahlunto Indra Yosefh, seluruh civitas MAN Kota Sawahlunto bergerak seirama. Dari teknis hingga non-teknis, setiap detail acara dirajut dengan kesungguhan. Desain penyambutan, alur kegiatan, dekorasi, hingga pengaturan seni dan budaya telah mendekati final touch.

Di halaman madrasah, para guru dan siswa bekerja bahu-membahu:

ada yang menyiapkan tarian penyambutan,

ada yang mengatur rangkaian acara,

ada pula yang memastikan seluruh fasilitas siap menerima tamu negara jiran dengan penuh kehormatan.

Dibawah pimpinan Kepala MAN Sawahlunto, Ustadz Dafril, bahwa madrasah telah siap menyambut dengan penuh suka cita.“InsyaAllah kami harapkan cuaca mendukung agar pertemuan ini berjalan lancar,” ujarnya penuh harap.

Kunjungan Serumpun: Jembatan Persaudaraan yang Diperkuat dengan Ilmu

Rombongan PPIPNT Malaysia berjumlah 43 orang, terdiri dari pelajar putri, guru pembimbing, serta dua tokoh dari Koperasi Homestay Telok Ketapang Berhad:

Mohd. Azmi bin Abdul Aziz,

Abd. Mubim bin Abdul Wahab.

Dalam surat resmi Ketua PPIPNT, Hajjah Norehan binti Sulong, disebutkan jumlah rombongan itu bersifat dinamis dan bisa mencapai sekitar 50 orang, semuanya akan menginap di homestay masyarakat Kecamatan Talawi sebagai wujud diplomasi budaya dan pengalaman langsung hidup bersama masyarakat Sawahlunto.

Perjalanan mereka dimulai sejak 27 November 2025, menghadiri sejumlah agenda pendidikan di Bukittinggi, bertemu Wali Kota, dan menikmati kekayaan budaya Sumatera Barat. Pada malam 29 November, mereka bermalam di kawasan Talawi wilayah yang sarat dengan nilai sejarah dan keramahan masyarakat.

Puncak Silaturahmi: Sawahlunto Menyambut dengan Kesenian dan Kehormatan

Acara utama pada 30 November 2025 akan digelar di MAN Barangin. Susunan sambutan mencerminkan penghormatan dan keteraturan yang menjadi karakter pendidikan madrasah:

1. Kepala MAN Kota Sawahlunto, Ustadz Dafril,

2. Ketua PPIPNT Terengganu, Hajjah Norehan binti Sulong,

3. Kakankemenag Kota Sawahlunto, Dr. Dedi Wandra,

4. Wali Kota Sawahlunto, Bapak Riyanda Putra.

Setelah itu, kedua belah pihak akan saling mempersembahkan kesenian:

dari Sawahlunto: Tari Selamat Datang, Tari Piring, dan seni persembahan khas madrasah,

dari Terengganu: penampilan budaya pelajar Malaysia yang dinantikan dengan rasa persaudaraan.

Acara dilanjutkan dengan makan siang bersama sebagai simbol perekat budaya Melayu-Islam yang menjunjung tinggi tamu dan kehormatan.

Meriahkan HUT Kota Sawahlunto ke-137

Tidak hanya berhenti di madrasah, rombongan PPIPNT akan menjadi bagian dari sejarah kota ketika pada 1 Desember 2025 mereka dijadwalkan hadir dalam Hari Ulang Tahun Kota Sawahlunto ke-137. Wali Kota telah menyatakan kesiapan memfasilitasi rombongan, termasuk untuk mengikuti prosesi budaya makan bajamba ikon tradisi Sawahlunto yang penuh makna kebersamaan.

Keesokan harinya, 2 Desember, rombongan akan kembali ke Malaysia dengan membawa pengalaman berharga, cerita persahabatan yang baru, dan inspirasi kolaborasi pendidikan lintas negara.

Meneguhkan Visi: Pendidikan sebagai Jalan Menyatukan Dunia

Kunjungan ini adalah pernyataan bahwa dunia pendidikan tidak mengenal batas dan sekat. Sawahlunto dan Terengganu bertemu dalam ruang yang sama:

ruang untuk berbagi gagasan,

saling mengenal budaya,

membangun jejaring masa depan,

serta menanamkan kesadaran global pada generasi muda Islam.

Di tengah perubahan dunia, kerja sama seperti ini menjadi fondasi strategis untuk membentuk pelajar yang tidak hanya cerdas, tetapi juga humanis, berwawasan luas, dan mencintai nilai-nilai perdamaian.

Sawahlunto kembali memberi teladan: bahwa kota kecil yang lahir dari lorong-lorong tambang dapat menjadi pusat interaksi global melalui pendidikan.

Penutup: Ketika Madrasah Menjadi Jembatan Dunia

Dengan persiapan matang, sambutan hangat, serta tekad menjunjung tinggi kehormatan tamu, MAN Kota Sawahlunto membuktikan diri sebagai madrasah yang tidak hanya mengajar, tetapi juga menghadirkan pengalaman global bagi para siswanya.

Rombongan PPIPNT Malaysia datang bukan sekadar sebagai tamu melainkan sebagai saudara serumpun yang bersama-sama mengukuhkan pesan ini:

Bahwa pendidikan adalah rumah besar yang menyatukan kita, dan generasi mudalah yang akan membawa cahaya itu melintasi batas negara.

Berikut tambahan narasi tanpa mengubah atau mengotak-atik teks yang sudah ada, melainkan menyambung dengan harmonis pada bagian penutup, sehingga memperkaya makna dan memperkuat nilai historisnya:

Momen Bersejarah : Kedatangan PPIPNT Bertepatan dengan Milad MAN Kota Sawahlunto ke-30

Kedatangan rombongan Pergerakan Puteri Islam Perhubungan Negeri Terengganu Malaysia pada tahun ini memiliki makna yang jauh melampaui sebuah kunjungan silaturahmi. Tahun 2025 menandai usia ke-30 MAN Kota Sawahlunto sejak dinegerikan, sebuah perjalanan panjang yang ditempuh dengan keteguhan, pengabdian, dan dedikasi warga madrasah dalam membangun mutu pendidikan Islam.

Maka, kehadiran PPIPNT pada momen istimewa ini menjadikan kunjungan tersebut sebagai ukiran sejarah baru sebuah penanda bahwa perjalanan tiga dekade madrasah ini bukan hanya diterangi prestasi dan kerja keras internal, tetapi juga disapa oleh persaudaraan internasional yang menguatkan posisi MAN Sawahlunto dalam jejaring pendidikan global.

Tradisi, persahabatan, dan kolaborasi lintas negara yang lahir dari pertemuan ini menjadi anugerah terindah pada milad ke-30 madrasah, seakan menegaskan bahwa MAN Kota Sawahlunto telah tubmbuh menjadi institusi yang matang, terbuka, dan siap menyapa dunia.

Dengan demikian, rangkaian acara bersama PPIPNT Malaysia tidak hanya menjadi agenda pertukaran budaya dan pendidikan, tetapi juga menjadi babak sejarah yang akan dikenang oleh generasi madrasah: bahwa pada ulang tahun ke-30 sejak dinegerikan, MAN Kota Sawahlunto menegaskan kedudukannya sebagai madrasah yang menghubungkan lokalitas dengan globalitas, tradisi dengan modernitas, serta Sawahlunto dengan Terengganu dalam satu ikatan ukhuwah yang indah.

Selamat datang di Sawahlunto.

Selamat datang di MAN Kota Sawahlunto.

Semoga pertemuan ini menjadi jejak sejarah yang indah dalam perjalanan dua negeri, dua budaya, dan satu visi:

“Menyatukan Visi Pendidikan, Menginspirasi Generasi Global.”