April 24, 2026

Semangat Bersama Mewujudkan Gereja Megah: Bantuan Pembangunan Gereja St. Michael Atubulda

gereja

Kakanwil Kemenag Provinsi Maluku Dr. H. Yamin, S.Ag.,M.Pd.I. Menyerahkan Dana Kepada Rafael Romroman Disaksikan Pejabat Kanwil Kementerian Agama Maluku.

Laporan Paulus Laratmase

Ambon, Suara Anak Negeri News.com – Pada Sabtu, 22 Maret 2025, bertempat di Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Bimas Katolik Maluku menyerahkan bantuan senilai Rp 250.000.000 untuk pembangunan Gereja St. Michael Atubulda. Penyerahan bantuan ini dilakukan oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Maluku, Dr. H. Yamin, S.Ag.,S.I.Kom yang didampingi oleh Pembimas Katolik Maluku, Bernandus Fanulene. Bantuan tersebut diterima oleh perwakilan panitia, Bapak Rafael Romroman, sebagai bagian dari upaya mewujudkan gereja yang lebih megah dan representatif bagi umat di kampung Atubulda.

Pebimas Katolik Kementerian Agama Provinsi Maluku, Bernardus Fanulene didampingi Ketua Panitia Pembangunan Gereja Santo Michael Atubulda Pius Samponu (kanan) dan Bendahara Maya Naranlele (kiri).

Pada kesempatan tersebut, Pembimas Katolik, Kementerian Agama Provinsi Maluku, Bernandus Fanulene, menyampaikan harapan besar bagi umat Katolik di Atubulda. “Kami berharap dalam satu atau dua tahun ke depan, umat dapat berdoa dalam sebuah gereja yang lebih megah dan layak. Dana bantuan ini diharapkan bisa memperlancar proses pembangunan, baik untuk membeli material bangunan maupun membayar tenaga tukang yang bekerja keras,” ujar Fanulene. Bantuan dari pemerintah melalui Kementerian Agama Provinsi Maluku ini menjadi harapan besar untuk mempercepat pembangunan gereja yang sudah lama diimpikan oleh umat setempat.

Gereja St. Michael Atubulda yang telah berusia 48 tahun ini, diresmikan pada tahun 1977 oleh Mgr. Jos Tethol MSC, dan sejak saat itu telah menjadi rumah ibadah yang sangat penting bagi umat Katolik di kampung Atubulda. Seiring berjalannya waktu, gereja  mengalami penurunan kondisi fisik, sehingga kebutuhan akan gereja baru semakin mendesak. Keinginan untuk membangun gereja baru ini semakin menguat setelah kunjungan kanonik Uskup Amboina, Mgr. Senno Ngutra, dan Pastor Paulinus Kalkoi, putera asli Atubulda, pada tahun 2024. Kedua tokoh ini memberikan dorongan moral dan semangat bagi umat di kampung Atubulda untuk mewujudkan pembangunan rumah Tuhan yang lebih baik.

Sebagai langkah awal, Uskup Senno Ngutra memberikan sumbangan pribadi untuk memulai pembangunan gereja baru. Umat setempat pun terinspirasi untuk memanfaatkan kekayaan lokal dengan menggunakan material kayu torem yang melimpah di kampung Atubulda. Selain itu, keluarga almarhum Donatus Kalkoy, guru tua kampung Atubulda, juga turut menyumbangkan atap senk pada bulan Maret 2025 dan bantuan finansial. Umat stasi Atubul baik yang di kampung, mereka yang berada di wilayah Maluku dan di luar provinsi Maluku turut berpastisipai memberikan bantuan sejauh mampu. Berkat dukungan ini, 80% dari material yang dibutuhkan untuk pembangunan gereja sudah tersedia, dan proses pembangunan semakin lancar.

Pembangunan fondasi gereja sudah dimulai, dan umat Stasi Santo Michael Atubulda semakin bersemangat untuk menyelesaikan proyek ini. “Kami sangat berharap bantuan dana ini dapat memperlancar segala proses pembangunan, sehingga gereja baru yang megah dan layak dapat segera diresmikan Bapak Uskup,” kata Bernandus Fanulene, Pembimas Agama  Katolik Kanwil Provinsi  Maluku. Semangat umat setempat sangat terasa, dengan harapan besar untuk segera memiliki tempat ibadah yang lebih representatif dan nyaman.

Partisipasi aktif dari umat Atubulda sangat diharapkan untuk mewujudkan gereja yang penuh berkah ini. Uskup Senno Ngutra, yang berencana hadir dalam penahbisan gereja baru, berharap seluruh warga kampung dapat bekerja sama untuk menyelesaikan pembangunan ini. “Ini adalah proyek bersama, dan partisipasi seluruh warga Atubulda akan menjadi kunci keberhasilan dalam mewujudkan gereja yang menjadi rumah Tuhan yang lebih megah dan penuh berkah,” tegas Uskup Ngutra pada saat peletakan batu pertama pembangunan gereja Santo Michael Atubul tahun 2024 lalu.