SEPOTONG RUH
Puisi Anto Narasoma
hanya titipan
ketika kulit dan daging
bersumpah di antara kelahiran dan kematian
tapi langit dan bumi
mencatat segala perilaku
ketika malam tiba di atas ribuan nyawa yang tersekap dari balik tanah terakhir
lalu,
Kau hadirkan mimpi sebagai isyarat atas cermin hatimu yang hidup dalam kejaran ajal
sebab,
ruh dan kehidupan
yang Kau titipkan,
pasti kembali ke kubangan tanah hitam
setelah hidup melahirkan adam
lalu,
aku pun berdiri di depan
cermin, menatap sekujur badan dalam pertanyaan yang mengalir deras di darahku
maka,
kukaji diriku lewat sepotong nyawa yang Kau tiup sesaat tubuh ini menjadi badan atas segala firman di dalam rahim ibuku
Jambi
29 Mei 2025