April 30, 2026

Era Nurza

Aku bukan siapa-siapa
hanya bayang-bayang dilangkahi pagi
di trotoar sibuk membungkam suara
dan lampu merah jarang peduli

Tanganku tak menggenggam layar canggih,
melainkan kardus usang bertuliskan harap
“Maaf, aku lapar,”
dalam huruf yang nyaris pudar
oleh hujan dan pengabaian.

Langkah-langkah berlalu
sepatu-sepatu mahal membunyikan diam
mata mereka menatap layar
tapi tak sempat melihatku
manusia terhapus dari peta kemanusiaan

Aku bersenandung bersama debu
mengajak angin menari di sela aspal retak
Suaraku tak disiarkan
tak diviralkan
hanya menggantung di langit beton
yang terlalu tinggi untuk dijangkau doa

Kadang, seorang anak kecil tersenyum
itu cukup
lebih hangat dari seribu koin yang dilempar tanpa hati

Aku adalah suara dari pinggir jalan
bukan teriakan
bukan raungan
hanya desah kecil yang ingin diingat:
bahwa manusia bukan diukur dari tempat ia berdiri
tapi dari sejauh mana ia melihat sesama

Padang, 31 Mei 2025

Tentang Penulis:

Edrawati, M.Pd. nama pena Era Nurza dari Padang, Sumatera Barat, Indonesia, adalah seorang pendidik sekaligus penulis yang menyalurkan semangat dan rasa melalui kata-kata.  Selain menjalankan tugasnya sebagai staf edukatif, ia aktif membina siswa dalam dunia kepenulisan, sudah meluncurkan buku antologi bersama para siswa sebagai buah dari bimbingannya. Juga rutin mengikuti berbagai lomba menulis dengan hasil yang membanggakan. Menulis bukan sekadar aktivitas, melainkan cara mengekspresikan perasaan dan merawat kenangan, dan percaya, tulisan yang dibukukan akan menjadi warisan abadi, suara hati yang tetap hidup meski waktu terus berlalu.