Sukacita dan Syukur Warnai Ibadah GBI MILOS Saumlaki
Oleh: joko
Pendeta Daniel Batmanlussy Ajak Jemaat GBI MILOS Saumlaki Hidup dalam Kebenaran
Gereja mengucapkan terima kasih atas dukungan jemaat dalam pelayanan dan pembangunan, kesaksian jemaat dan khotbah inspiratif tentang komitmen rohani memperkuat iman.
http://suaraanaknegerinews.com | Suasana penuh sukacita menyelimuti Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS) Saumlaki, Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, Maluku, pada Minggu (21/9/25).
Ibadah umum dipandu Sekretaris Jemaat GBI, Ibu Joice Jhulia Romroma. Dengan penuh penghayatan, jemaat diajak memuji Tuhan melalui lagu “Saat Kusembah-Mu Tuhan, Ku Angkat Hatiku, Kuraskan Kehadiran-Mu Tuhan”, dilanjutkan “Anugerah-Mu Besar, Melimpah dalam Hidupku”.


Evangelis Haris Boritnaban, S.Th., memimpin doa pembukaan yang menyentuh hati. Ia mengajak jemaat bersyukur atas kebaikan Tuhan dan berdoa agar setiap beban, penyakit, dan keraguan dilepaskan melalui kuasa-Nya.
Tidak berhenti di situ, suasana semakin semarak ketika lagu tarian pujian gembira “Allahku Dahsyat Berkuasa” menggema di seluruh gereja. Jemaat berdiri, menari, dan menyanyikan pujian dengan sukacita.

Kesaksian Iman: Pertolongan di Tengah Musibah
Kesaksian inspiratif datang dari Ibu Deborah Batmanlussy. Dengan suara bergetar ia menceritakan pengalamannya jatuh dari sepeda motor sepulang dari pasar, hingga dirawat di rumah sakit dan sempat tak sadarkan diri. “Atas pertolongan Tuhan dan doa-doa para hamba-Nya, saya diselamatkan. Kini saya pulih dan berkomitmen semakin giat bekerja di ladang Tuhan,” ujarnya.
Usai bersaksi, Ibu Deborah bersama suami dan anak-anaknya mempersembahkan lagu rohani, “Inilah yang Kurenungkan,” sebagai ungkapan syukur.

Khotbah: Hidup dalam Kebenaran dan Komitmen Melayani
Pendeta Daniel Batmanlussy kemudian menyampaikan khotbah bertema kerajinan dan komitmen melayani Tuhan, mengutip Roma 12:11: “Janganlah hendaknya kerajinanmu kendor, biarlah rohmu menyala-nyala dan layanilah Tuhan.”
Dalam ulasannya, Pendeta Daniel mengingatkan bahwa dunia membutuhkan dua hal: Tuhan dan harta. Namun ia menekankan pentingnya memilih Yesus dan tidak menjauh dari persekutuan ibadah.
Mengutip Amsal 10:1–6 dan Amsal 11:4, ia menegaskan bahwa harta yang diperoleh secara tidak benar tidak berguna, sementara kebenaran menyelamatkan dari maut.
“Carilah Tuhan, maka kamu akan hidup. Carilah dahulu Kerajaan Allah, maka semuanya akan ditambahkan kepadamu,” pesannya.
Ia menekankan bahwa gereja harus menjadi garam dan terang dunia, mengembalikan bagian untuk Tuhan, dan menjadi pelaku firman, bukan sekadar pendengar. Khotbah ditutup dengan lagu rohani penuh penghayatan: “Aku Datang dan Bersujud.”

Persembahan dan Ucapan Terima Kasih
Setelah persembahan yang diiringi lagu “Hatiku Limpah dengan Syukur, Sebab Tuhan Baik,” Ibu Joice Jhulia Romroma mengucapkan terima kasih kepada Pendeta Daniel Batmanlussy, para pelayan gereja, dan seluruh jemaat.
Ia juga menyampaikan informasi pelayanan gereja:
- Selasa: Menara doa pukul 19.00 WIT
- Rabu: Ibadah WGBI
- Kamis: Ibadah komsel MBT pukul 19.00 WIT
- Jumat: Latihan musik pukul 18.00 WIT
- Sabtu: Doa puasa di rumah masing-masing, penutupan pukul 16.00 WIT di gereja
- Minggu: Ibadah umum dan ibadah pemuda sore hari
Ucapan terima kasih juga ditujukan kepada para donatur dan jemaat yang membantu pembangunan plafon gereja dan perbaikan fasilitas, baik melalui tenaga, biaya, maupun makanan.

Sukacita Persaudaraan
Ibadah ditutup dengan salam-salaman hangat. Jemaat bersukacita, saling berjabat tangan, ramah tamah, dan berfoto bersama. Suasana kebersamaan itu menjadi cermin kasih Kristus yang hidup di tengah jemaat.