Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang Meninggal Dunia: Mengenang Pelayanan dan Dedikasinya Bagi Gereja Katolik
Laporan Paulus Laratmase
–
Pada hari Jumat, 4 April 2025, dunia kehilangan seorang figur penting dalam Gereja Katolik Indonesia. Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang, yang telah meninggalkan jejak besar dalam dunia pelayanan pastoral, dikabarkan meninggal dunia di Rumah Sakit Pondok Indah, Jakarta Selatan. Kabar duka ini disampaikan oleh RD Longginus Bone, Pastor Paroki St. Fransiskus dari Assisi Kolhua Kupang.
Mgr. Petrus Turang lahir di Manado dan ditahbiskan sebagai imam diosesan Keuskupan Manado pada 18 Desember 1974 oleh Mgr. Theodorus Hubertus Moors, M.S.C. Sebagai seorang imam, Mgr. Turang memulai pelayanan pastoralnya dengan berbagai tugas dan peran yang berfokus pada kesejahteraan umat. Salah satu kontribusinya yang menonjol adalah saat ia menjabat sebagai Sekretaris Eksekutif Komisi Pengembangan Sosial Ekonomi (PSE) di Konferensi Waligereja Indonesia (KWI). Dalam posisi ini, ia dikenal sebagai pribadi yang berdedikasi tinggi, berperan besar dalam program-program sosial ekonomi yang bermanfaat bagi masyarakat, khususnya dalam membantu umat yang kurang mampu.
Pada 21 April 1997, Uskup Emeritus Mgr. Petrus Turang mendapat penunjukan dari Vatikan sebagai Uskup Agung Koajutor Keuskupan Agung Kupang. Penahbisannya berlangsung pada 27 Juli 1997 di Arena Promosi Hasil Kerajinan Tangan Rakyat NTT, Kupang, dengan Uskup Agung Jakarta, Kardinal Julius Darmaatmadja, S.J., sebagai penahbis utama. Setelah Uskup Agung Gregorius Manteiro, S.V.D., wafat pada 10 Oktober 1997, Mgr. Petrus Turang secara resmi menggantikan posisinya sebagai Uskup Agung Kupang.
Pelayanan dan dedikasi Mgr. Turang tak hanya terasa di tingkat keuskupan, tetapi juga memberi dampak besar bagi kehidupan umat Katolik di Indonesia Timur. Kehilangan sosok yang penuh kasih ini tentu menjadi duka mendalam, namun warisan pelayanan dan kontribusinya akan terus dikenang.