April 23, 2026

Oleh Tonnio Irnawan

Beberapa menit setelah seorang pengemudi ojol dilindas/terlindas kendaraan taktis Brimob di Pejompongan – Jakarta, Kamis malam (28/8/2025) se Indonesia sudah menerima kabar ini. Penyebaran kabar ini secepat kilat mulai dari satu HP. Hanya dengan kiriman dari 1 HP, video yang merekam detik – detik peristiwa tsb menggegerkan Indonesia.

Meski terjadi malam hari yang kurang penerangan dan diambil dari jarak cukup jauh, video tersebut jelas merekam kejadian. Suara teriakan perempuan terdengar jelas menandakan rasa ngeri melihat seorang pengemudi ojol yang dilindas/terlindas kendaraan berat. Menambah dramatis dan mencekam.
Dalam video ini tampak jelas laju kendaraan tsb melindas pengemudi ojol. Lalu adegan masa yang memukul – mukulkan bambu dan alat seadanya ke mobil tersebut yang terus menambah kecepatan. Apalah artinya pukulan bambu. Mobil baja ini sama sekali tak merasakan apa – apa.

Dahulu orang mengatakan satu gambar atau foto adalah seribu kata. Memang kata tak bisa menceritakan sepenuhnya perasaan dan peristiwa yang telah terjadi. Di tangan pengarang, tulisan bisa jadi penuh dramatisasi. Bias.

Kini video apa adanya yang direkam dari kamera HP, yang belum disunting adalah lebih dari seribu kata – kata. Tak berlebihan disebut sejuta kata.

Saya tidak tahu apakah video yang beredar yang merekam peristiwa malam Jumat tersebut hanya satu saja atau lebih. Terima kasih kepada orang yang merekamnya. Pasti ia tidak menduga apa yang akan terjadi. Video dari seorang biasa yang disebut amatir, hasilnya tidak amatiran. Karena video ini seluruh republik serentak bersedih dan marah serta membangkitkan perlawanan terhadap kesewenang-wenangan polisi.

Tidak ada yang bisa mengelak. Tak ada yang berbohong. Video ini adalah bukti otentik.

Makanya pemerintah mendekati yang punya TikTok agar untuk sementara waktu netizen tidak bisa membuat siaran langsung. Upaya ini bak orang yang tengah panik, sehingga kehilangan kewarasan. Berperilaku layaknya mereka belum hiduo di era teknologi digital.
Ini bukan zaman Orba! Kok mau meniru Menpen Harmoko dan Kopkamtib.

MERDEKA !!!
Jumat dini hari , 29/8/2025