Wakil Bupati Juliana Ratuanak Luncurkan “Desa Cantik 2025” – Kabiarat Jadi Tonggak Revolusi Data di Tanimbar
Oleh : Joko
http://suaraanaknegerinews.com | TANIMBAR – Sabtu (24/5/25), Wakil Bupati Kepulauan Tanimbar, dr. Juliana Ch. Ratuanak, resmi mencanangkan program “Desa Cantik 2025” di Balai Desa Kabiarat Raya.
Program terobosan ini menjadikan Desa Kabiarat sebagai desa percontohan pertama yang akan membangun perencanaan pembangunan berbasis data akurat dan digital.
Program “Desa Cinta Statistik” (Desa Cantik) yang digagas Badan Pusat Statistik (BPS) Tanimbar ini bukan sekadar pelatihan statistik biasa, melainkan langkah revolusioner membangun peradaban data dari akar rumput.
> “Otonomi desa hanya bisa optimal jika didukung data yang andal,” tegas Juliana dalam sambutannya. “Tanpa data, kebijakan bisa salah sasaran. Kita butuh akurasi, bukan asumsi!”
Kabiarat: Dari Desa Biasa Menuju Pusat Data Digital
Desa Kabiarat dipilih sebagai pilot project yang akan menjalani pembinaan intensif selama 6 bulan. Targetnya: menjadi model nasional dalam pengelolaan data desa.
Lewat dukungan penuh BPS, Diskominfo, Bappeda, dan OPD, semua proses akan dilakukan secara digital, cepat, dan transparan.
Juliana menyebutkan tiga pilar utama Desa Cantik:
1. Data sebagai Aset Pembangunan – Semua perencanaan berbasis data real-time.
2. Digitalisasi Data Desa – Data tersimpan dan dikelola melalui sistem digital.
3. Transparansi dan Akuntabilitas – Warga bisa memantau langsung anggaran dan bantuan.
“Bayangkan desa yang tahu jumlah rumah tanpa sanitasi, kondisi jalan, atau penduduk rentan dan merancang kebijakan langsung dari data itu. Kabiarat akan jadi pionirnya!” seru Juliana.
“KIDABELA”: Senjata Digital Baru Desa
Kepala BPS Kepulauan Tanimbar, Freddy Abrahams, memperkenalkan aplikasi “KIDABELA”—singkatan dari Kita Data Bersama Lewat Aplikasi.
Terinspirasi dari filosofi persatuan masyarakat Tanimbar, aplikasi ini akan mengubah cara desa mengelola data, dari manual menjadi digital, dari terpisah menjadi terintegrasi.
Melalui KIDABELA, desa dapat mengumpulkan & mengolah data mandiri, menerbitkan “Desa Dalam Angka” dan menyediakan data real-time untuk keperluan OPD.
Transformasi Dimulai Sekarang
Acara pencanangan yang dihadiri Pj. Sekda, para pimpinan OPD, Rektor UnleSa, dan Camat Tanimbar Selatan ditutup dengan penandatanganan komitmen bersama.
Desa Kabiarat kini berdiri sebagai pionir transformasi, memimpin perubahan dari pembangunan berbasis intuisi menuju pembangunan berbasis data.
> “Mari beralih dari intuisi ke bukti, dari asumsi ke akurasi,” tandas Juliana. “Desa Cantik harus menjadi wajah baru pembangunan Tanimbar yang cerdas dan terukur!”
NEXT: 10 Desa Menyusul di 2026
Jika sukses, program ini akan diperluas ke 10 desa lain di Tanimbar pada 2026.
Pemerintah daerah dan BPS akan mengawal penuh implementasi program ini untuk mendukung agenda nasional Asta Cita ke-6 Presiden dan Wakil Presiden Terpilih Prabowo-Gibran.
Tanimbar sedang berubah dan semuanya dimulai dari data. Rilis : TB