Ada Jeda, Ada Tiada
Oleh Yusuf Achmad
–
Panggung demi panggung terbuka,
Bunga demi bunga merekah,
Kadang kumbang menghalang,
Kadang hujan dan panas menerpa.
Entah panggung keberapa telah kulalui,
Entah bunga mana menguar wangi,
Atau si kumbang menggores luka,
Membiarkan roda hidup berputar dalam ilusi.
Kadang panggung tak seagung angan,
Saat jeda menikung tajam.
Kadang wangi bunga menghilang,
Saat tanahnya kering, tak lagi dikenang.
Tak semua menerima panggung ditutup,
Tak semua ingat wangi bunga yang sirna,
Kumbang tetap datang dan pergi,
Meski panggung terus berdiri.
Ada yang berteman dengan kumbang,
Terbang di atas panggung melenggang,
Menggenggam bunga semerbak wangi,
Membaginya, sadar tak pernah benar-benar memiliki.
Duhai panggung, duhai bunga,
Kau punya jeda.
Kala semua sirna, tiada.
Surabaya, 4 Februari 2025