April 20, 2026
rizal air mata

Oleh: Rizal Tanjung

kau pergi dengan hati lapang,
meninggalkanku di tepi senja yang malang.
katamu, aku cahaya dalam gelap,
tapi mengapa kini kau mencari lampu yang lebih terang?

air mataku jatuh, berlian berharga,
satu tetesnya bisa kau jual di meja raja.
tapi kau memilih cinta murah di sudut kota,
menyangka kebahagiaan bisa dibeli dengan tawa fana.

aku menangis, tapi bukan untukmu,
hanya meratapi kebodohanku.
pernah percaya pada janji manis,
yang ternyata hanya gula-gula yang habis.

terima kasih, kekasih,
kini aku tahu,
cinta sejati bukan tentang siapa yang tinggal,
tapi siapa yang tak ragu untuk bertahan.

Maninjau, 25 Oktober 2024.