Akhir Penantian
Olah Yusuf Achmad
–
Bila ditanya apa arti tungguku, bagai malam di dalam kelam. Jika pun ada terang, ia buram. Pantulan cahaya mentari tak sampai, terhalang oleh harga dan tanda tanya. Meski murah, tetap berbiaya. Pernah ada, pernah tiada.
Bila ditanya akhir nantiku, kabut bukan apalagi lelembut. Berbentuk dalam denyut, bukan asap atau bayang-bayang. Kadang menguap, muncul tak bergoyang. Dan seketika menyerang, bukan makanan menimbulkan lapar dan kenyang Bila ditanya lagi, serba belum pasti.
Asa rindu tak terbatas melewati, hingga janji kontan terganti. Janji suci untuk hidup bersih atau mati, disiplin diri jaminan bernilai tinggi. Saat virus sampai ke hati, kerongkongan di ujung umur belum pasti. Itulah akhir harapku dalam jiwa-raga: terbunuh.
18-7-2023