May 10, 2026
Copilot_20260509_064639

Yusufachmad Bilintention

Kutak mampu menurunkan hujan
yang menembus kelam di hatimu.
Kutak mampu menyiram bara dendam—
air pun berlari, takut pada api yang tak mengenal ampun.

Kupanggil tanah, namun ia diam,
pasir gunung menolak melibas kusumat.
Gunung menunduk, enggan memenuhi harapku.
Kuhembuskan udara dari mulut yang letih,
berharap angin membawa doa, bukan sekadar debu.

Namun aku tetap gagal.
Dalam kelopak mataku yang tertutup,
di alam lain kutemukan air Zam Zam—
jernihnya menyalakan cahaya di dada,
menyucikan angkara yang bersemayam di manusia.

Binatang buas pun tunduk pada beningnya,
dan aku belajar:
kesucian tak datang dari kuasa,
melainkan dari hati yang rela memadamkan api.

Untuk tulisan lain silahkan buka:

https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly