May 10, 2026

Ka.Kanwil Kemenag Sumbar Buka Acara Bimtek KBC MAN Kota Sawahlunto: Tekankan Penguatan Kompetensi Guru

IMG-20260509-WA0001

Bukittinggi, Suara Anak Negeri — Semangat pembaruan pendidikan kembali bergema dari dunia madrasah. Di tengah arus perubahan zaman yang bergerak cepat, Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat menegaskan komitmennya dalam membangun pendidikan yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga kokoh dalam nilai-nilai kemanusiaan dan karakter.

Komitmen itu tercermin dalam kegiatan Bimbingan Teknis Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta (KBC) yang diselenggarakan oleh MAN Kota Sawahlunto, Jumat (8/5/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh nuansa kekeluargaan tersebut secara resmi dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, Mustafa.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, Dr. H. Zulkifli, S.Ag., M.M bersama Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) Ny. Hj. Yessi, Plh. Kasi Penmad Sawahlunto yang juga Ketua Pokjawas, Muhammad Yusrtar, S.Pd., M.PKim, Ketua Komite Kepala Madrasah, Dafril, Tuanku Bandaro, Kaur TU Yurmaini, para Wakil Kepala Madrasah yakni Oky Loly Wenny, Syafri Ervandi, Husein Al-Hafez, Nofri Hendra, serta seluruh guru dan tenaga kependidikan MAN Kota Sawahlunto.

Pendidikan Bermula dari Hubungan Hati

Dalam arahannya, Mustafa menegaskan bahwa pendidikan sejatinya bukan hanya proses transfer ilmu, melainkan juga proses menyentuh hati dan membangun kemanusiaan.

Menurutnya, keberhasilan pendidikan lahir dari hubungan emosional yang harmonis antara guru dan peserta didik.

“Bagaimana seorang murid merindukan gurunya, dan guru juga merindukan muridnya. Ketika hubungan itu dibangun dengan keikhlasan dan cinta, di situlah terjadi transfer knowledge sekaligus transfer character,”ungkap Mustafa di hadapan peserta bimtek.

Pernyataan itu disambut antusias para peserta yang mengikuti kegiatan dengan penuh khidmat. Dalam suasana yang sarat kebersamaan, bimtek tersebut menjadi ruang refleksi sekaligus penguatan kompetensi bagi para guru di tengah dinamika perubahan kurikulum nasional.

Mustafa memberikan apresiasi tinggi kepada keluarga besar MAN Kota Sawahlunto yang dinilai berhasil menghadirkan pola pembinaan berbeda melalui konsep kebersamaan dan penguatan solidaritas antarpendidik.

“Saya menyampaikan penghargaan setinggi-tingginya kepada keluarga besar MAN Kota Sawahlunto yang telah berketetapan hati melaksanakan kegiatan ini dengan penuh kesungguhan. Ini bentuk inovasi yang luar biasa,” ujarnya.

Kurikulum Terus Berubah, Guru Harus Terus Bertumbuh

Dalam pemaparannya, Mustafa menekankan bahwa perubahan kurikulum merupakan keniscayaan dalam dunia pendidikan. Sejak Indonesia merdeka, kurikulum telah mengalami berbagai perubahan sebagai bentuk adaptasi terhadap perkembangan zaman dan kebutuhan masyarakat.

Menurutnya, esensi kurikulum tetap bertumpu pada empat unsur utama, yakni tujuan pembelajaran, materi, metode, dan evaluasi. Karena itu, guru dituntut terus memperbarui kompetensinya agar mampu menjalankan seluruh tahapan pembelajaran secara optimal.

“Perencanaan, pelaksanaan, evaluasi, remedial, dan pengayaan adalah siklus yang terus berputar dalam proses pendidikan. Guru harus terus belajar dan memperbarui kompetensinya,” tegas Mustafa.

Ia juga mengingatkan bahwa perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) menuntut guru untuk tidak berhenti belajar. Menurutnya, guru harus mampu menjadi sumber inspirasi sekaligus teladan di tengah derasnya arus informasi digital.

“Kalau guru tidak update pengetahuan, bisa jadi peserta didik lebih maju dari gurunya. Karena itu guru harus terus mengembangkan diri,”katanya.

Kurikulum Berbasis Cinta: Menanam Akhlak, Memuliakan Manusia

Lebih jauh, Mustafa menegaskan bahwa Kurikulum Berbasis Cinta hadir sebagai jawaban atas tantangan dunia pendidikan modern yang kerap kehilangan sentuhan kemanusiaan. Ia menilai pendidikan tidak cukup hanya melahirkan generasi cerdas, tetapi juga harus membentuk insan yang berakhlak mulia.

Dalam pandangannya, guru bukan sekadar mualim yang menyampaikan ilmu, melainkan juga muadib yang menanamkan adab, etika, dan karakter kepada peserta didik.

“Guru itu muadib, bukan sekadar mualim. Guru tidak hanya mentransfer ilmu, tetapi juga mentransfer adab dan karakter,”ujarnya penuh penekanan.

Ia menambahkan, seluruh mata pelajaran baik umum maupun agama pada hakikatnya bermuara pada pembentukan karakter dan penguatan nilai-nilai ketakwaan.

“Kita tidak mengenal dikotomi ilmu. Semua ilmu berasal dari Allah SWT. Maka tujuan akhirnya adalah melahirkan generasi yang berkarakter dan berakhlak mulia,” tuturnya.

Mustafa juga mengingatkan pentingnya memahami karakter unik setiap peserta didik. Menurutnya, setiap anak memiliki kebutuhan, kelebihan, dan potensi yang berbeda sehingga pendekatan pembelajaran harus lebih manusiawi dan personal.

Membangun Madrasah Unggul dengan Kebersamaan

Suasana bimtek yang dikemas dalam nuansa kekeluargaan dinilai menjadi energi baru dalam membangun kultur madrasah yang harmonis dan progresif. Mustafa menyebut, kekompakan seluruh unsur madrasah merupakan modal besar dalam mewujudkan lembaga pendidikan yang unggul dan berdaya saing.

“Kebersamaan itu mahal. Keseragaman zahir menunjukkan adanya keseragaman batin. Ini modal penting untuk memajukan madrasah,” katanya.

Di akhir arahannya, Mustafa menyampaikan optimisme bahwa MAN Kota Sawahlunto mampu berkembang menjadi salah satu madrasah unggulan di Sumatera Barat apabila seluruh unsur madrasah terus bergerak dalam visi yang sama.

“Kami yakin di bawah pembinaan kepala madrasah, pengawas, komite, dan dukungan seluruh guru, MAN Kota Sawahlunto akan mampu berdiri sejajar dengan madrasah-madrasah terbaik lainnya,” pungkasnya.

Bimtek Implementasi Kurikulum Berbasis Cinta tersebut bukan sekadar agenda seremonial, melainkan ikhtiar kolektif untuk menghadirkan pendidikan yang memuliakan manusia. Di ruang-ruang kelas madrasah, cinta diharapkan tumbuh menjadi energi yang menghidupkan ilmu, menumbuhkan karakter, dan menerangi masa depan generasi bangsa.