Menjemput Cahaya Prestasi: Dafril Tuanku Bandaro Resmi Membuka Simulasi OSN MAN Kota Sawahlunto 2026
SAWAHLUNTO (Humas) 7 Mei 2026
Ketika sebuah asa baru ditenun di Halaman MAN Kota Sawahlunto. Kamis pagi, 7 Mei 2026, suasana MAN Kota Sawahlunto tak sekadar riuh oleh rutinitas, melainkan sarat dengan aura kompetisi yang khidmat. Di sanalah, langkah-langkah kecil para intelektual muda bersiap menantang cakrawala dalam tajuk Simulasi Olimpiade Sains Nasional (OSN) Tingkat Kota Sawahlunto.
Kegiatan yang menjadi kawah candradimuka bagi siswa-siswi terbaik ini dibuka langsung oleh Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro. Kehadirannya bukan sekadar protokoler, melainkan simbol dukungan moral bagi 45 tunas bangsa yang siap berjibaku dengan logika dan angka.
Sebanyak 45 siswa pilihan berdiri di garis start, membawa panji-panji kecerdasan mereka. Mereka tidak hanya bertarung melawan soal, tetapi juga sedang melatih ketangguhan mental. Simulasi ini mencakup Bidang Studi Matematika, Fisika, Kimia, Biologi, Astronomi, Ekonomi, Geografi, Kebumian, dan Informatika.
Dalam sambutan Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro yang bernada teduh namun membakar semangat, Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan pesan mendalam bagi para peserta:
“Kalian adalah para ksatria pena. Simulasi ini bukanlah sekadar ajang uji coba teknis, melainkan jembatan untuk melampaui batas kemampuan diri. Di kota warisan dunia ini, sejarah mencatat bahwa kerja keras adalah satu-satunya mata uang yang tak pernah lekang oleh waktu.” Selanjutnya Dafril Tuanku Bandaro menyampaikan tujuan dari kegiatan ini adalah “Mematangkan kesiapan mental, strategi pengerjaan soal, dan penguasaan materi menjelang seleksi tingkat kota yang sesungguhnya”.
Kita ingin mereka melaju ke tingkat provinsi, bahkan nasional, dengan kepala tegak dan persiapan yang matang,” pungkas Dafril sembari menatap penuh harap ke arah para siswa yang sedang serius di balik meja mereka.
Pelaksanaan simulasi ini dirancang sedemikian rupa untuk menyerupai atmosfer kompetisi yang sesungguhnya. Ruangan Labor TIK seketika berubah menjadi medan sunyi, di mana hanya terdengar gesekan pena dan desah napas konsentrasi.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB