Aksara MTsN 1 Padang Menggema : Launching Buku Siswa Tuai Apresiasi Kemenag
–
Padang, Humas— Dalam helai-helai kata yang mengalir dari pena-pena muda, semangat literasi mekar dengan anggun di tanah Ranah Minang. MTsN 1 Kota Padang kembali menorehkan sejarah emas dalam dunia pendidikan berbasis literasi. Di bawah langit cerah Kota Padang, madrasah unggulan ini resmi meluncurkan 9 buku antologi siswa, yang terdiri dari 8 antologi cerpen dan 1 antologi pantun, sebagai buah manis dari semangat berkarya para pelajar dan bimbingan guru-guru penuh dedikasi.
Dalam momen yang sarat makna ini, peluncuran dilakukan secara langsung oleh Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Padang, H. Edy Oktafiandi, yang dalam sambutannya memberikan apresiasi tinggi terhadap ikhtiar MTsN 1 Kota Padang dalam menumbuhkan budaya literasi sejak dini.
“Ini bukan sekadar buku, tapi jejak sejarah. Ini bukan sekadar tulisan, tapi gema semangat anak-anak madrasah yang akan menembus masa depan,” ujar H. Edy dengan nada bangga.
Acara launching yang berlangsung penuh khidmat turut disaksikan oleh Kepala MTsN 1 Kota Padang, Isrizal, Pengawas Madrasah Hj. Nuryasni, Ketua Komite Madrasah H. Esrizal, Kepala KUA Hendri, para guru, tenaga kependidikan, dan siswa-siswi kelas IX yang menjadi aktor utama dalam penulisan antologi tersebut.
Lahirnya sembilan buku antologi ini bukanlah hasil kerja semalam. Di balik kata-kata yang tertulis, terdapat tangan-tangan hangat para guru kreatif yang tergabung dalam Kelompok Kerja Guru (KKG) Bahasa Indonesia, yang dikomandoi oleh Wakil Kepala Madrasah Bidang Kurikulum, Idra Putri. Bersama rekan-rekannya, Kasfiyentri, Zuhaili, Hafiz Qodri, Marlina Josan, Mifta Nola Septia, Dia Fitri, Hilda Putri dan Lidya Atsari mereka menjadi nahkoda bagi kapal literasi yang kini berlayar megah di samudra pendidikan Sumatra Barat.
“Menulis bukan sekadar keterampilan, tapi cermin dari cara kita berpikir, merasa, dan bermimpi. Kami ingin anak-anak tahu, bahwa setiap suara mereka layak untuk dibaca dunia,” ujar Idra Putri, penuh haru.
Berikut adalah daftar lengkap karya-karya yang resmi diluncurkan:
1. IX.1 – Friendship: Sebatas Sahabat
ISBN: 978-653-5421-80-3 | Editor: Idra Putri, Kasfiyentri, Putri Azka
2. IX.4 – Melodi di Atas Roda
ISBN: 978-634-7242-03-2 | Editor: Idra Putri, Zuhaili, Fikran Sudra, Muhammad Ibrahim
3. IX.6 – Langkah Menuju Mimpi
ISBN: 978-634-7247-02-5 | Editor: Idra Putri, Zuhaili, Qaesar, Raqil Putra Elya
4. IX.7 – Rumah Tua
ISBN: 978-634-7247-04-9 | Editor: Idra Putri, Marlina Josan, Naila Sahira
5. IX.8 – Generasi Sandwich
ISBN: 798-634-7247-01-8
6. IX.9 – Kota Punya Cerita
ISBN: 978-623-5421-97-01 | Editor: Idra Putri, Hafiz Qodry, Nojiko, Mazaya Khairuna Putri
7. IX.10 – Saudara Tak Sedarah
ISBN: 978-634-7242-03-2 | Editor: Idra Putri, Annisa Sukma Dwi Fitria, Najla Minhatul Maula, Nasyifa Alfi Husna, Rahmi Putri Risman
8. IX.11 – Jejak di Ujung Senja
ISBN: 978-634-7242-03-2 | Editor: Idra Putri, Marlina Josan, Ziqri Lasmana, Yefi Balian
9. VII.1 – Agama dan Nasehat (Kumpulan Pantun)
ISBN: 978-634-7242-00-1 | Editor: Idra Putri, Annisa Sukma Dwi Fitria
Kepala MTsN 1 Padang, Isrizal, menyampaikan rasa syukur dan kebanggaannya atas capaian luar biasa tersebut.
“Saya bangga memiliki tim KKG Bahasa Indonesia yang bukan hanya mengajar, tapi juga menginspirasi. Inilah bukti nyata bahwa madrasah mampu menjadi pusat kebudayaan literasi,” ungkapnya.
Sementara itu, salah satu penulis muda, Naila Sahira dari kelas IX.7, tak mampu menyembunyikan rasa bahagia dan harunya.
“Awalnya saya ragu dengan tulisan saya. Tapi setelah melihat buku ini ada di tangan saya, saya merasa seperti bermimpi. Ini mimpi yang nyata,” katanya, mata berkaca-kaca.
Literasi yang Menyuburkan Jiwa
Langkah MTsN 1 Padang bukan hanya menulis buku, tetapi menyemai semangat, membangun karakter, dan menguatkan identitas. Di tengah arus digital yang deras, anak-anak madrasah ini memilih untuk berkarya, menuliskan dunia dari sudut pandang mereka yang jujur dan murni.
Dengan sembilan buku yang kini hadir di tengah warga madrasah MTsN 1 Padang bukan hanya mencetak siswa yang pandai membaca dan menulis, tetapi juga yang mampu merangkai hidup dengan aksara dan cita.
Literasi tumbuh subur, madrasah pun tumbuh agung. Dan dari halaman-halaman buku itu, masa depan mereka pun mulai ditulis hari ini. Kontributor : Dafril Tuanku Bandaro