Aloha di Ujung Senja PIK 2
Era Nurza
–
Di sudut barat Banten yang mencuri senja,
PIK 2 berdiri bukan sekadar kota, tapi cahaya.
Reklamasi yang menjelma jadi mimpi
pantai buatan ini tak palsu dalam pesona dan kisah manis.
Pasir putihnya seperti bisikan Hawai,
menggelitik langkah, memeluk jejak siapa pun yang singgah.
Bukan laut yang lahir dari rahim alam,
namun dicipta dengan cinta dan detak jantung dalam.
Aloha, gumam angin yang menari di jemari pohon kelapa,
mengantar aroma kuliner dari warung ke warung penuh tawa.
Dari seafood hingga es kelapa muda,
dari malam bertabur lampu hingga siang penuh warna.
PIK 2 bukan sekadar pantai buatan,
ia adalah mimpi kota yang dibingkai dalam deburan
Namun di setiap lekuknya,
ada kisah keluarga, tawa sahabat, dan cinta pertama.
Langit senja pun jatuh cinta padanya,
merona jingga di atas jembatan dan dermaga.
Karena keindahan tak harus selalu lahir dari purba,
kadang cukup dari tangan manusia yang tahu cara mencipta rasa.
Di PIK 2, kita tahu,
bahwa buatan pun bisa menggetarkan kalbu.
dan wisata bukan hanya perkara alam,
tetapi bagaimana ia mampu menyentuh kenangan terdalam.
Jakarta, Juli 2025