ausiah Religi
Oleh: Tb Mhd Arief Hendrawan
–
Bantul DIY, Suaraanaknegerinews.com,- Dalam setiap tarikan napas manusia, tersimpan rahasia besar antara rezeki dan ajal. Dua hal yang tak bisa dihindari, tak bisa dipercepat, dan tak akan pernah tertukar.
Begitulah pesan menyejukkan dari Ustaz Felix Siauw, da’i muda yang dikenal dengan gaya dakwah logis dan menyentuh hati, dalam acara Majelis Ta’lim di Masjid Al-Firdaus di Bantul, Daerah Istimewa Yogyakarta, Minggu 9 November 2025.
Menurut beliau, rezeki dan ajal telah ditetapkan Allah sejak manusia masih dalam kandungan ibunya. Tidak ada yang bisa menambah atau menguranginya, sebab semua sudah tercatat dalam Lauhul Mahfuzh.
“Rezeki tidak akan salah alamat. Selama kita masih hidup, berarti rezeki itu masih berjalan menuju kita,” ujar Ustaz Felix dalam salah satu kajiannya.
Ia mengingatkan, manusia sering kali cemas tentang masa depan, khawatir akan kekurangan, atau merasa iri dengan rezeki orang lain. Padahal, Allah telah menjamin bahwa setiap hamba akan mendapatkan bagiannya sesuai takaran terbaik. “Yang penting bukan seberapa banyak rezeki yang kita terima, tapi seberapa berkah rezeki itu digunakan,” katanya menegaskan.
Sedangkan ajal adalah batas waktu yang tidak bisa ditawar, tidak bisa ditunda walau sesaat. Ketika ajal tiba, maka terputuslah seluruh urusan dunia, kecuali amal jariyah, ilmu yang bermanfaat, dan doa anak yang saleh. Maka selama ajal belum datang, berarti Allah masih memberi kesempatan untuk memperbaiki diri dan menunaikan amanah kehidupan.
“Selama rezeki masih datang, berarti Allah masih ingin kita hidup. Selama hidup masih berjalan, berarti ada misi yang belum kita selesaikan,” tutur Ustadz Felix penuh makna.
Pesan ini mengajak umat agar tidak lalai mengejar dunia semata, sebab hidup hanyalah perjalanan menuju akhirat. Gunakan sisa waktu untuk berbuat kebaikan, menolong sesama, dan memperbanyak amal yang membawa keberkahan.
Antara rezeki dan ajal, manusia hanya diberi ruang di tengah-tengahnya: ruang untuk berikhtiar, bersyukur, dan beramal saleh. Ketika semuanya dilakukan dengan ikhlas, maka hidup menjadi tenang, sebab yakin bahwa apa pun yang datang — baik rezeki atau maut — semuanya adalah takdir terbaik dari Allah SWT.(Tb Mhd Arief Hendrawan)