April 20, 2026
Illustration of people and locations in Indonesia reflecting the poem titled Bercengkrama dengan Prafajar, with a sunrise or pre-dawn setting, a smile, sadness, and strength

Yusuf achmad

Berceloteh dengan luka, berbisik pada kesedihan. Lagu-lagu yang mengiringi hati yang rawan, dengan kata yang tulus menyentuh jiwa. Kisah yang diungkap, duka yang diceritakan, semuanya biasa saja, namun begitu dalam. Terkuak, menjelma di depan mata, menggema dalam sanubari.

Warna-warni malam, gurauan siang, atau alunan pagi. Senyum yang memancarkan ketulusan adalah suara hati.

Ucapanku, penghargaan pada kata, seloroh pada kegetiran. Senandungku pada bekas luka dan jejak hitam yang tersisa. Semua itu, cermin yang tak bernyawa. Bibirku tersungging pada kesunyian, kesadaranku pada kesalahan dan dosa. Syukurku padamu, selalu tertancap di dalam hati.

Karang Empat, 8-2-2025