Blangkon: Susuri Jogja
Oleh Yusuf Achmad
–
Awal kaki menginjak Jogja, kagum pesona kota. Singgah
sejenak, nikmati makanan-minuman, di kedai sederhana
berlabel Angkringan. Dahaga dan lapar terpuaskan, rasakan
manis hidangan khas Jogjakarta.
Semanis cerita penjual tua berblangkon cokelat muda. Tanda
Jawa sejati, lanjutkan langkah lagi. Menuju keraton kebanggaan
hati, wisatawan keluar-masuk, terus mengagumi blangkon,
keraton dan para pengabdi.
Gelak tawa berbaur cerita pengalaman, satu cerita keluhkan
penjual berblangkon berusia muda. Katanya, “Berat blangkon
di belakang tanda kita harus waspada”, karena merasa terbuai
keramahan berisiko. Membayar harga makan minuman tidak
wajar.
Mata kakiku memperhatikan semua, maunya tak hirau cerita
mereka. Berbeda blangkon dengan si tua, di Angkringan semula,
tak timbulkan banyak tanya dan waspada. Awal kaki menginjak
Jogja, blangkon tua dan muda, tinggalkan banyak arti waspada
dan tanya. Untuk menginjak lagi di Jogja.
18-7-2023