Cahaya Harmoni Alam: Jejak Langkah OSIM MAN Kota Sawahlunto Menjemput Masa Depan
SAWAHLUNTO (Humas) 24 Januari 2026 Sebuah simfoni pendidikan bergema di halaman Madrasah Aliyah Negeri (MAN) Kota Sawahlunto. Hari ini bukan sekadar pertemuan rutin, melainkan sebuah perayaan visi di mana kepedulian terhadap bumi bersalin rupa dengan ambisi mengejar mimpi. Organisasi Siswa Intra Madrasah (OSIM) MAN Kota Sawahlunto sukses menyelenggarakan perhelatan ganda: Sosialisasi Adiwiyata dan Ekspo Kampus dari para alumni MAN Kota Sawahlunto.
Pagi itu, udara sejuk di MAN Kota Sawahlunto ini seolah ikut bersaksi. Acara dibuka secara resmi oleh Plh. Kepala Madrasah MAN Kota Sawahlunto Husein Al Haves. Dalam sambutannya yang sarat akan makna filosofis, beliau menekankan bahwa pendidikan bukan hanya soal mengisi kepala dengan angka-angka, melainkan tentang menanamkan budi pekerti terhadap lingkungan dan menjaga nyala api cita-cita.
“Madrasah adalah rahim bagi karakter. Lewat Adiwiyata, kita belajar mencintai ibu bum dan lewat Ekspo Kampus ini, kita sedang memetakan rute menuju bintang-bintang di langit cita-cita,” ujar Husein Al Haves dengan nada yang tenang namun berwibawa.
Sosialisasi Adiwiyata menjadi ruh pertama dalam kegiatan ini. Para siswa diajak untuk menyelami kembali hakikat keberadaan manusia sebagai khalifah di muka bumi. Bukan sekadar memilah sampah atau menanam pohon, Adiwiyata di MAN Kota Sawahlunto ditekankan sebagai sebuah gaya hidup sebuah bentuk ibadah yang mewujud dalam kebersihan dan keasrian lingkungan sekolah. Narasi hijau ini mengalir, mengingatkan setiap insan madrasah bahwa setiap helai daun yang tumbuh adalah doa bagi kelangsungan hidup masa depan.
Suasana semakin hangat saat para alumni kembali menginjakkan kaki di almamater tercinta. Mereka datang tidak hanya membawa identitas universitas-universitas ternama, tetapi juga membawa “api” motivasi. Ekspo Kampus ini menjadi jembatan emosional antara masa lalu dan masa depan.
Dalam dialog interaktif yang penuh keakraban, para alumni berbagi kisah tentang terjalnya jalan menuju perguruan tinggi, tentang malam-malam yang panjang dengan buku, hingga manisnya perjuangan di tanah rantau. Para siswa kelas XII tampak terpaku, mata mereka berbinar menyimpan harapan, menyerap setiap informasi program studi seolah sedang menyusun kepingan teka-teki masa depan mereka sendiri.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor : DTB