Cinta Seindah Misool
Oleh: Rizal Tanjung
–
di ufuk timur, di antara biru yang tak bertepi,
ada sepotong surga terhampar sunyi,
pulau misool, bagai lukisan dewa,
di mana cinta tumbuh dalam bisikan samudra.
kekasih, engkau adalah laut biru toska,
jernih menyimpan rahasia di kedalamannya,
bagai tatapan matamu yang menenangkan,
menyapu resah, meredam gelombang.
aku hanyalah kapal kecil yang terombang-ambing,
mengarungi samudra rindumu yang tak bertepi,
menyusuri arus di bawah cahaya rembulan,
mengeja namamu dalam bisikan angin malam.
tebing-tebing karst menjulang megah,
seperti kokohnya janjiku padamu,
tak goyah dihantam badai waktu,
tetap berdiri, tetap mencintai.
di kedalaman laut yang kau simpan di dadamu,
aku menyelam mencari jejak rindu,
menemukan karang-karang cinta,
tempat ikan-ikan harapan berenang bebas.
di pantai pasir putih yang membentang sunyi,
jejak langkah kita terukir abadi,
seperti janji yang kita bisikkan pada ombak,
tak terhapus meski waktu berlari.
kekasih, engkau adalah misool dalam jiwaku,
indah, sunyi, dan penuh misteri,
tempat aku ingin berlabuh selamanya,
di dermaga hatimu yang tak tergantikan.
bila kelak senja tiba menyelimuti cakrawala,
dan angin membelai lembut perairan biru,
aku akan tetap di sini, mencintaimu,
dengan seutuh hati, dengan segenap waktu.
2025.