Legenda Cinta di Misool
Oleh: Rizal Tanjung
–
di ufuk timur, di negeri sepi,
di mana laut merajut mimpi,
hidup kisah tak lekang waktu,
tentang cinta yang murni dan syahdu.
misool nan megah, surga tersembunyi,
tempat kasih bersemi abadi,
di antara tebing karst menjulang,
dan ombak yang menari riang.
seorang putri, sereya namanya,
jelita bak rembulan di cakrawala,
matanya bening seluas samudra,
auranya lembut, sehalus sutra.
namun hatinya hanya untuk satu,
seorang pelaut pemberani dan lugu,
aruna, sang pengembara laut,
mengukir rindu di atas perahu.
setiap fajar mereka bertemu,
di bawah langit yang teduh biru,
angin menjadi saksi setia,
akan janji cinta yang mereka jaga.
namun semesta menguji setia,
raja tamak ingin sereya,
badai dikirim membelah lautan,
memisahkan kasih dalam kegetiran.
aruna melawan ombak yang murka,
namun takdir menelan raganya,
bukan mati, bukan hilang,
ia menjadi legenda dalam lautan.
dewa laut berbisik lirih,
memberinya takdir yang abadi,
aruna berubah menjadi sang hiu raja,
menjaga misool dari mereka yang tamak.
sereya menanti sepanjang hayat,
di puncak karst yang gagah dan pekat,
hingga tubuhnya menyatu batu,
membentuk tebing cinta yang tak pernah layu.
kini misool bercerita lirih,
tentang kasih yang tak terusir,
ombak dan tebing berpadu mesra,
seperti aruna dan sereya selamanya.
maka kekasih, lihatlah kita,
cinta ini seindah misool yang nyata,
aku adalah laut yang menjagamu,
dan engkau karst tempatku berlindung selalu.
jika takdir ingin memisahkan,
akan tetap kucari dalam arus kenangan,
seperti aruna yang tak pernah sirna,
seperti sereya yang tetap setia.
genggam tanganku, jangan lepaskan,
di bawah langit yang menjanjikan,
biarkan misool menjadi saksi,
bahwa cinta ini tak akan mati.
Padang 12 Maret 2025