DI BAWAH CAHAYA RINDU
Puisi oleh: Anto Narasoma
Tuhan,
aku pasrah
disaat cinta begitu tandus –tanpa setitik doa dalam kerongkonganku yang kering kerontang
kata hatiku pun menggeliat
membuka-buka perjalanan sujudku
yang membara
di balik cahaya rindu
* o, begitu sempit saat kemarau melanda pikiran dan kata hati
sebab,
matahari yang terbakar
setelah air mata
tak mampu lagi menggali mata air
di balik retakan tanah ini, aku tetap mencari-cari dari balik mimpiku
o, Tuhan
kemarau rasa ini
membuka pintu takwaku yang terbata-bata —ketika mengucap kata pada lembaran firman-Mu
maka,
di bawah cahaya rinduku yang mengambang pada cuaca lepas,
hanya kesejukan senja yang tersenyum lewat warna-warni pertemuan kita
Palembang, 6 Mei 2026