Di Bawah Kulit Langit
Yusufachmad Bilintention
Ingatan berlapis seperti serpih kaca,
pecah ketika lidah bernafsu
melontarkan kata tanpa hormat,
menyebut keyakinan rapuh, goyah.
Ia menuding junjungan suci,
seperti siluet kabut di ufuk redup.
Namun kutahu, itu hanyalah jalan sesat,
ilmu yang retak tanpa dasar.
Keyakinanku tetap satu,
seperti batu karang menahan gelombang.
Hanya mata yang tertutup salah ucap,
hanya hati yang lalai lupa pada-Nya.
Apakah ia kira Sang Kuasa terbatas
pada bayangan sempit pikirannya?
Padahal Yang Kekal tak pernah menutup telinga,
tak pernah menyingkirkan doa yang lirih.
Kasih-Nya menjelma embusan musim,
menyentuh gurun yang retak,
menumbuhkan aurora yang menjalar
di relung hati manusia.
Surabaya, 3 Mei 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=enĀ
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly