Panggung dan Ilusi
Yusufachmad Bilintention
Panggung demi panggung terbuka,
Bunga demi bunga merekah,
Kadang kumbang menggores luka,
Kadang hujan dan panas menerpa.
Entah panggung keberapa kulalui,
Entah bunga mana menguar wangi,
Roda hidup berputar dalam ilusi,
Mengikis angan, menajamkan jeda.
Tak semua menerima panggung tertutup,
Tak semua ingat wangi yang sirna,
Kumbang tetap datang dan pergi,
Namun panggung tegak berdiri.
Ada yang berteman dengan kumbang,
Terbang di atas panggung melenggang,
Menggenggam bunga tanpa memiliki,
Membagi wangi yang fana.
Duhai panggung, duhai bunga,
Kau punya jeda.
Kala semua sirna—
Tiada.
Surabaya, 4 Mei 2026
Untuk tulisan lain silahkan buka:
https://yusufachmad-bilintention.blogspot.com
https://www.kompasiana.com/yusufachmad7283/dashboard/write
https://www.instagram.com/yusufachmad2018/?hl=en
https://web.facebook.com/profile.php?id=61559794614211
Suaraanaknegerinews.com
https://medium.com/@yusufachmad2018
https://flipboard.com/@yusufachmad4bpu/bilintention-puisi-refleksi-atau-bilintention-literasi-sosial-spiritual-7barjr9ly