Cinta yang Memulihkan: Refleksi Injil Minggu Paskah III dari Stasi St. Yosep Duroa, Tual
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Tual, 4 Mei 2025 – Umat Katolik di Stasi St. Yosep Duroa, Tual, hari ini merayakan Hari Minggu Paskah III dengan merenungkan kisah pemulihan kasih dalam Injil Yohanes 21:1–19.
Pesan utama yang disampaikan dalam perayaan ini adalah bahwa pengkhianatan bisa menghancurkan, tetapi cinta yang tulus dan ilahi mampu memulihkan.
Dalam penggalan Injil yang menjadi pusat perhatian umat, Yesus bertanya tiga kali kepada Petrus, “Apakah engkau mencintai Aku?”
Sebuah pertanyaan yang bukan hanya mengingatkan pada penyangkalan Petrus sebelumnya, tetapi juga menjadi momen penyembuhan dan pemulihan yang mendalam.
“Dengan tiga kali pertanyaan itu, Yesus mau menghapus jejak luka dari tiga kali penyangkalan, dan menjadikan Petrus manusia baru yang siap diutus untuk menggembalakan umat,” demikian penekanan yang disampaikan dalam intisari Firman Tuhan.
Dari refleksi yang dibagikan, setidaknya tiga pesan utama menjadi perenungan bagi umat:
Yang pertama, Allah selalu terbuka untuk pengampunan, selama manusia bersedia bertobat.
Yang kedua, Tuhan tidak fokus pada kejatuhan kita, melainkan pada kesediaan kita untuk bangkit kembali.
Dan yang ketiga, pertobatan bukan akhir, melainkan awal dari sebuah perutusan, sebab dari luka dan keterpurukan, seseorang justru dipersiapkan untuk tugas yang lebih besar.
Pertanyaan Yesus kepada Petrus dan kepada setiap umat “Apakah engkau mencintai Aku?” menjadi panggilan yang tak bisa dihindari. Ia menuntut jawaban, tidak hanya dalam kata, tapi juga dalam kesediaan menjalani perutusan hidup.
Mengakhiri pesan harian ini, Uskup Amboina, Mgr. Inno Ngutra, menyapa umat dengan ucapan penuh kasih, “Selamat berhari Minggu untuk para sahabat. Salam, doa, dan berkatku untuk semua.”