April 20, 2026
Dalam Kilauan Pedal Anak-Anak

Yusuf Achmad

Di perempatan jalan raya, lampu lalu lintas menatap dingin.
Anak-anak SD bersepeda, melintasi batas yang tak kasat mata.
Di jalan besar yang menderu, nyaliku ciut dalam derit dan klakson.
Lalu lalang tak mengenal siang maupun malam.

Dekat tanda berhenti, gelisah menguar.
Anak-anak tak peduli pada tanda dan resah pejalan kaki.
Tanda-tanda itu mati, tak lagi bermakna.
Berhenti, berputar, dilarang masuk, semuanya tak berarti.

Aku teringat, negeri maju diukur dari adab berlalu lintas.
Roda kendaraan berputar sopan, penuh tata krama.
Pelajaran dari seberang bahkan negeri sakura.
Jepang yang tak abai meski di jalan, pencipta moda berjalan.

Kan kutunggu masa ketika adab lalu lintas dijunjung tinggi.
Ingatanku menari, berlalu lintas beradab diajar praktikkan.
Di kelas, di rumah, hingga jalan besar.
Mungkinkah itu terulang lebih menjulang?

Bangsa kita menang bukan hanya dalam lomba.
Tanda-tanda menjelma prestasi generasi muda.
Atau pemimpin berjaya, aturan ketat menjaga tanda.
Tanda bahwa negeri kita maju, tak hanya slogan semata.

Surabaya, 15-1-2023