April 22, 2026

Dari Doa hingga Pewahyuan: Komsel GBI MILOS Angkat Tema Kebenaran Firman

Oleh : joko

Terang Firman Tuhan Menyinari Komsel GBI MILOS Saumlaki

Pengajaran Dasar Alkitab Ditekankan dalam Ibadah Komsel, Hadirkan Sukacita dan Refleksi Mendalam

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 24 Juli 2025 — Sebuah ibadah penuh penghayatan dan kehangatan iman berlangsung dalam Komunitas Sel (Komsel) pada Kamis malam di Gedung Gereja Bethel Indonesia (GBI) Miracle of the Lord in Solafide (MILOS), berlokasi di Jalan Ir. Soekarno, belakang Kantor Pengadilan Saumlaki, Tanimbar Selatan, Maluku.

Acara ini dihadiri oleh jemaat GBI MILOS yang setia dan berlangsung dalam suasana yang syahdu, penuh pujian dan penguatan rohani, dengan pengajaran dasar Alkitab sebagai inti utama.

Firman yang Hidup: Doa, Pujian, dan Kesatuan Iman

Ibadah diawali dengan doa pembuka oleh Sekretaris Jemaat, Ibu Joice Jhulia Romroma, yang memohon kehadiran dan penyertaan Roh Kudus atas setiap pribadi yang hadir.

Pujian-pujian syahdu mengisi ruangan dengan lagu seperti “Kasih Allahku Sungguh T’lah Terbukti”, “Bersyukur”, dan “Ku Sembah Kau Tuhan”, mengangkat suasana hati jemaat dalam penyembahan.

Doa pengantar firman dibawakan oleh Evangelis Ir. Pieter Batilmurik, yang menekankan:  “Bapa yang Maha Baik, kami bersyukur karena kami ada. Berkati hamba-Mu yang akan menyampaikan kebenaran firman. Tuntun kami dalam kebenaran Roh Kudus, dalam nama Yesus, berkatilah kami.”

Wahyu yang Diilhamkan: Alkitab sebagai Sumber Ilahi

Dalam sesi pengajaran inti, Gembala Sidang Pdt. Heberth S. Wahilaitwan menegaskan kembali kedudukan Alkitab sebagai wahyu dan inspirasi dari Allah sendiri.

“Alkitab bukan hasil intelektual manusia atau dongeng turun-temurun, tapi adalah firman yang diilhamkan langsung oleh Allah,” ujarnya tegas, mengacu pada 2 Timotius 3:16, yang menyatakan bahwa segala tulisan diilhamkan Allah dan bermanfaat untuk mengajar, menegur, memperbaiki, dan mendidik orang dalam kebenaran.

Pdt. Heberth menjelaskan, Alkitab terdiri dari 66 kitab, dan seluruhnya berbicara tentang karya dan sifat Allah yang dinyatakan secara progresif sejak zaman para nabi hingga puncaknya dalam Yesus Kristus.

Kebenaran yang Tidak Bisa Diganggu Gugat

Dalam pengajarannya, Pdt. Heberth menyoroti bahwa:

  • Alkitab adalah sumber dari segala ilmu dan hikmat surgawi.
  • Roh Kudus adalah satu-satunya penafsir sejati firman, bukan sekadar pengetahuan manusia.
  • Musa, sebagai salah satu tokoh besar Perjanjian Lama, berbicara langsung dengan Tuhan, bukti dari pewahyuan pribadi yang otentik.
  • Wahyu adalah nafas Allah; firman Tuhan bukan hasil spekulasi, tetapi penyingkapan ilahi.

Beliau juga menegaskan pentingnya integritas Alkitab: “Alkitab tidak boleh ditambah atau dikurangi. Ia sudah cukup menyatakan siapa Allah itu. Penemuan arkeologi dan nubuat Yesaya tentang kedatangan Mesias hanyalah sebagian dari bukti bahwa firman ini hidup dan tidak pernah gagal.”

Teologi: Ilmu yang Menyingkap Allah

Dalam penutup pengajaran, dibahas makna dari “teologi” — gabungan kata Yunani theos (Allah) dan logos (firman). Teologi, ujarnya, bukan hanya studi akademik, tetapi sarana untuk mengenal Allah secara pribadi melalui firman dan pengalaman hidup bersama-Nya.

Hadirat Tuhan yang Membawa Sukacita

Ibadah ditutup dengan puji-pujian rohani seperti “Ujilah Aku Tuhan”, “Aku Rindu HadiratMu”, “Ku Nyanyi Hosana”, dan “Aku Mulia Kan dan Agungkan” yang membawa jemaat pada atmosfer penyembahan yang mendalam.

Komsel berakhir dalam suasana sukacita rohani, di mana setiap hati diteguhkan bahwa hidup bersama firman Tuhan adalah hidup yang tidak akan pernah berjalan dalam kegelapan.

Komsel GBI MILOS Saumlaki malam itu bukan sekadar pertemuan rohani, tetapi momentum refleksi iman yang memperbarui pemahaman jemaat bahwa Alkitab adalah terang bagi jalan kehidupan.

Firman Tuhan hidup dan berkuasa, mengubah, menuntun, dan membawa pada pengenalan yang sejati akan Allah dalam Kristus.