Dari UST Manila, Pastor Mahasiswa RD. Domincs Serukan Hukum yang Menghidupkan
Oleh : joko
Kasih dan Belaskasihan: Inti Hukum Ilahi dalam Refleksi RD. Domincs dari Tanimbar
Dalam renungan rohani yang dibawakan dari Central Seminary UST Manila, RD. Domincs Baldawins Masriat menegaskan bahwa hukum harus lahir dari kasih, bukan menjadikan manusia menderita.
http://suaraanaknegerinews.com | Manila, Filipina – Jumat, 18 Juli 2025
Di tengah kesibukan akademik dan kehidupan seminari di Central Seminary Universitas Santo Tomas (UST) Manila, seorang imam muda asal Indonesia, RD. Domincs Baldawins Masriat, membagikan pesan rohani penuh makna dalam segmen Sejenak Sabda yang rutin ia bawakan sebagai Pastor Mahasiswa di UST Manila.
Lahir dan besar di Kepulauan Tanimbar, Provinsi Maluku, Pastor Domincs dikenal sebagai figur yang rendah hati dan reflektif, yang terus menggaungkan pesan-pesan kasih dalam pelayanannya, bahkan di tengah keberagaman umat dan bangsa.
Kasih, Bukan Kekakuan Hukum
Membawakan renungan berdasarkan Bacaan Liturgi Hari Biasa Pekan XV — Kel 11:10–12:14 dan Mat 12:1–8, RD. Domincs menyoroti bagaimana Yesus membela murid-murid-Nya yang memetik gandum di hari Sabat karena lapar.
“Kasih dan belaskasihan harus menjadi prioritas utama dalam hidup kita,” ungkapnya tegas. “Jangan sampai hukum yang dibuat justru menjadi beban bagi sesama.”
Menurutnya, esensi dari hukum bukan sekadar ketaatan yang kaku, melainkan jalan menuju kebaikan, keselamatan, dan kebahagiaan umat manusia. Hukum, katanya, harus membawa terang, bukan tekanan.
Saat Hukum Harus Diperbarui
Dalam renungannya, RD. Domincs juga menegaskan pentingnya evaluasi terhadap hukum bila sudah tidak lagi relevan dengan nilai kasih. Ia memberi contoh konkret:
“Jangan sampai orang lain mati kelaparan hanya karena kita terlalu menekankan hukum yang kaku,” katanya. “Jika hukum tidak membuat orang selamat, sejahtera, dan bahagia, maka hukum itu harus diperbarui.”
Doa dan Harapan dari Tanimbar untuk Dunia
Menutup refleksi singkatnya, RD. Domincs mengajak semua orang untuk mendoakan agar setiap aturan, kebijakan, maupun hukum yang dibuat di berbagai tingkat kehidupan — baik agama, sosial, maupun negara — senantiasa berakar dari kasih dan belaskasihan.
“Ya Allah, semoga hukum yang kami buat sungguh-sungguh mendatangkan keselamatan bagi sesama,” doanya.
Dengan penuh semangat dan cinta pastoral, RD. Domincs mengirimkan salam kasih dan doa, tak hanya untuk umat di Manila, tapi juga untuk Tanah Air yang ia cintai: Indonesia, khususnya Kepulauan Tanimbar.
Penutup: Seruan dari Manila untuk Dunia yang Lebih Manusiawi
Di tengah dinamika zaman yang sering mengedepankan aturan formalistik dan sistem yang kaku, pesan dari Pastor Mahasiswa RD. Domincs Baldawins Masriat menjadi pengingat bahwa hukum harus menjadi sarana kasih — bukan kekuasaan, apalagi penindasan.
Suara dari seminari di Filipina ini adalah suara dari hati: bahwa hukum yang adil adalah hukum yang menghidupkan.