Di Tengah Konflik dan Ketidakadilan, Geri Lerebulan Tegaskan Keselamatan Hanya Ada Dalam Kristus
Oleh: joko
Geri Lerebulan Ajak Peserta SHDR Saumlaki Merefleksi Penyelamatan dan Ketidakberesan Dunia Lewat Kesadaran Iman dan Kasih
Dalam sesi keduanya di Seminar Hidup Dalam Roh, Geri Lerebulan mengurai fakta ketidakberesan dunia, kuasa dosa, dan panggilan untuk kembali kepada kasih Tuhan, pesan-pesan Alkitab dan refleksi mendalam disampaikan dengan humanis untuk membangkitkan harapan dan pertobatan.
Kegiatan rohani ini digelar di Saumlaki, Kepulauan Tanimbar, diikuti puluhan peserta yang haus akan pembaruan iman.

Geri Lerebulan Tekankan Penyelamatan sebagai Jawaban di Tengah Dunia yang Retak
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Maluku — Dalam suasana hangat namun penuh permenungan, Geri Lerebulan, Pengelola Adorasi Kapel Abadi Stasi Langgur sekaligus pembina komunitas White Generation Langgur, memaparkan materi sesi kedua bertajuk Penyelamatan pada Seminar Hidup Dalam Roh (SHDR) yang berlangsung di Gedung Natar Kaumpu, Saumlaki, Rabu (10/9/2025). Dengan suara yang tenang namun tegas, ia mengajak peserta melihat realitas dunia yang “tidak beres” dan menelusuri akar masalahnya melalui kacamata iman.
“Manusia merusak rencana Allah sejak semula. Damai di Eden berubah menjadi pemberontakan, dari Adam dan Hawa hingga Kain dan Habel. Pemberontakan melahirkan dosa, dan manusia menderita karena terpisah dari Allah,” ujar Geri, mengutip Kitab Kejadian 3:23.

Fakta Ketidakberesan Dunia: Dari Perang hingga Eksploitasi
Geri menggambarkan berbagai kenyataan pahit yang terjadi dalam kehidupan manusia: perang dan konflik antarnegara, kemiskinan, pembunuhan, penindasan, narkoba, perceraian, kesepian, tekanan batin, kekecewaan, hingga eksploitasi manusia dan alam. Menurutnya, semua ini tidak sekadar fenomena sosial, tetapi cermin keretakan hubungan manusia dengan Penciptanya.
Ia menegaskan bahwa penyebab utama ketidakberesan dunia adalah kuasa dosa dan pengaruh iblis. “Roma 3:10–23 mengingatkan kita bahwa tidak seorang pun benar di hadapan Allah. Segala kuasa dunia telah dikuasai kejahatan,” katanya sambil merujuk pula pada 1 Yohanes 5:19 dan Lukas 4:5-6.

Usaha Manusia Tak Cukup Tanpa Tuhan
Meski manusia berusaha memperbaiki dunia melalui pendidikan, agama, dan perbuatan baik, Geri menekankan bahwa upaya itu tidak cukup tanpa ketergantungan penuh kepada Tuhan. Ia mengutip Yesaya 55:8–9: “Sebab rancangan-Ku bukanlah rancanganmu, dan jalanmu bukanlah jalanmu-Ku, demikianlah firman Tuhan.”
“Manusia diciptakan untuk membutuhkan Tuhan,” tegasnya, merujuk Yohanes 15:5. “Di luar Kristus, kita tidak dapat berbuat apa-apa.”
Keselamatan Hanya di Dalam Kristus
Bagian paling mendalam dari paparannya adalah penjelasan tentang tindakan Allah yang mengutus Yesus Kristus untuk menyelamatkan manusia. Geri mengutip Kolose 1:20 tentang pendamaian melalui salib Kristus dan menekankan bahwa hanya Yesus yang memiliki hak penuh memberikan hidup kekal.
“Keselamatan tidak ada di dalam siapa pun selain Yesus Kristus,” kata Geri, mengulang Kisah Para Rasul 4:12. “Melalui wafat dan kebangkitan-Nya, kuasa dosa dan maut telah dikalahkan.”
Ia juga menegaskan janji Yesus dalam Yohanes 14:2–3 bahwa Dia telah menyiapkan tempat bagi umat-Nya di surga.
Bertobat dan Setia
Di akhir sesi, Geri menutup dengan penegasan bahwa keselamatan adalah anugerah Allah, bukan hasil usaha manusia. Ia mengajak peserta untuk bertobat, percaya, dan setia kepada Kristus, mengutip Efesus 2:8: “Sebab karena kasih karunia kamu diselamatkan oleh iman; itu bukan hasil usahamu, tetapi pemberian Allah.”
Seminar yang berlangsung hingga Kamis (11/9/25) ini diwarnai misa pembukaan, doa pencurahan Roh Kudus, sharing kelompok, dan sesi lanjutan bersama pembicara lain seperti Charles Tjoanda, Yohana Tjoanda, dan RD. Anton K. Lerek. Kegiatan rohani tersebut membawa suasana reflektif dan harapan baru bagi peserta dari berbagai kalangan di Kepulauan Tanimbar.
Rangkaian Acara Singkat SHDR:
- Hari 1 (Rabu, 10/9/2025): Registrasi, misa pembukaan, sesi cinta kasih Allah, penyelamatan (Geri Lerebulan), hidup baru dalam Roh.
- Hari 2 (Kamis, 11/9/2025): Menerima karunia Allah, pengakuan dosa, doa pencurahan Roh Kudus, pertumbuhan iman, hingga sesi “Diubah Menjadi Serupa dengan Kristus” yang juga dipandu Geri Lerebulan, ditutup dengan misa penutup dan acara perpisahan.
Dengan penyampaian yang menyentuh hati, Geri Lerebulan berhasil mengingatkan bahwa di tengah dunia yang retak oleh dosa dan ketidakadilan, kasih dan keselamatan Allah tetap menjadi jawaban utama. Pesannya sederhana tetapi mendalam: kembali kepada Kristus adalah jalan menuju damai dan hidup yang penuh harapan.