April 22, 2026

Yohana Tjoanda Tekankan Hidup Baru Lewat Pencurahan Roh Kudus

Oleh: joko

Ketua PPK Kharismatik Katolik Amboina, Yohana Tjoanda, Tekankan Transformasi Rohani Lewat SHDR

Dalam Sesi Ketiga Seminar Hidup Dalam Roh di Saumlaki, Yohana Tjoanda mengajak umat memahami kepenuhan hidup baru menegaskan pentingnya pencurahan Roh Kudus sebagai momentum awal pertumbuhan iman.

Saumlaki menjadi saksi ajakan Yohana Tjoanda untuk memperbarui relasi pribadi dengan Tuhan dan hidup berbuah dalam kasih.

http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, Kepulauan Tanimbar – Dalam suasana khusyuk yang menyelimuti Gedung Natar Kaumpu, Saumlaki, Rabu malam (10/9/25), Yohana Tjoanda, Ketua Pelayanan Pembaruan Karismatik Katolik (PPK) Keuskupan Amboina, menyampaikan pesan mendalam pada Sesi Ketiga Seminar Hidup Dalam Roh (SHDR). Sebagai pemimpin rohani sekaligus penggerak PDPPK Santo Carolus Ambon, Yohana mengajak umat untuk membuka hati pada karya Roh Kudus.

“Saya melayani di PDPPK Santo Carolus Ambon sebagai Ketua PPK Kharismatik Katolik Keuskupan Amboina. Hidup baru dalam Roh adalah kehendak Bapa bagi setiap orang,” ujarnya dengan nada penuh keyakinan.

0-3248×1440-0-0#

Makna Hidup Baru dalam Roh

Dalam pemaparannya bertajuk Hidup Baru Dalam Roh, Yohana menegaskan bahwa pencurahan Roh Kudus hanyalah awal dari suatu perjalanan iman. Ia merujuk pada Yohanes 10:10b – “Aku datang, supaya mereka mempunyai hidup, dan mempunyainya dalam segala kelimpahan” – sebagai dasar pemahaman bahwa hidup baru adalah kehendak Allah Bapa.

Menurutnya, peran Roh Kudus nyata dalam berbagai bentuk: Penolong, Penghibur, Pengajar, dan Pengingat akan ajaran Yesus. Ketika Roh Kudus hadir, seseorang akan mengalami perubahan mendasar:

  • Mengenal Allah secara pribadi sebagai Bapa yang mengasihi dan memelihara.
  • Hubungan doa menjadi lebih intim—bukan sekadar rutinitas, tetapi pujian dan syukur yang tulus, bahkan berdoa dalam bahasa roh.
  • Kitab Suci, liturgi, dan sakramen menjadi hidup, sehingga ibadah bukan kewajiban belaka, melainkan kerinduan.
  • Hidup berbuah secara rohani, sebagaimana ditegaskan dalam Galatia 5:22-25: kasih, sukacita, damai sejahtera, kesabaran, kemurahan, kebaikan, kesetiaan, kelemahlembutan, dan penguasaan diri

    0-3248×1440-0-0#

Kepenuhan Hidup Baru dan Perubahan Pribadi

Yohana menekankan bahwa kepenuhan hidup baru dimulai ketika umat menyadari kembali kehadiran Roh Kudus. “Pencurahan Roh bukanlah sakramen baru, melainkan doa penyerahan diri agar kuasa Roh Kudus bekerja bebas dalam hidup kita,” jelasnya.

Ia juga menambahkan bahwa setiap orang mengalami perubahan secara berbeda: ada yang baru pertama kali menyadari kuasa Roh Kudus, ada yang memperbarui komitmen imannya, dan ada pula yang merasakan anugerah karunia Roh Kudus secara mendalam.

Pencurahan Roh Bukan Akhir, Tapi Awal

Bagi Yohana, pencurahan Roh hanyalah langkah awal. “Kita tidak bisa terus hidup tanpa kuasa dan relasi dengan Tuhan. Hidup kita perlu diperbarui agar terus bertumbuh dalam Kristus,” tegasnya.

Pesan ini menggema di antara ratusan peserta SHDR yang hadir sejak Rabu siang. Acara yang berlangsung hingga Kamis (11/9/2025) ini diselenggarakan oleh PPK Kharismatik Katolik Keuskupan Amboina, menghadirkan berbagai sesi tentang kasih Allah, keselamatan, pertobatan, serta pencurahan Roh Kudus.

0-0x0-0-0#

Rangkaian Kegiatan SHDR di Saumlaki

SHDR dimulai dengan registrasi, Misa Pembukaan, dan sesi-sesi tematik yang menghadirkan narasumber seperti Charles Tjoanda, Geri Lerebulan, dan RD. Anton K. Lerek. Puncak kegiatan adalah doa pencurahan Roh Kudus pada Kamis siang, disertai kesaksian iman para peserta.

Seminar ini tidak hanya menjadi wadah pengajaran, tetapi juga perjumpaan pribadi dengan Allah melalui pujian, doa, dan liturgi. Suasana kekeluargaan dan sukacita rohani mewarnai setiap sesi, mencerminkan semangat pembaruan iman yang menjadi tujuan utama SHDR.

Makna Bagi Komunitas Katolik Maluku

Kegiatan ini menunjukkan bagaimana komunitas Katolik di Maluku terus bertumbuh dan memperdalam imannya. Dengan semangat pelayanan Yohana Tjoanda dan timnya, SHDR Saumlaki menjadi momen berharga untuk meneguhkan iman umat.

“Pencurahan Roh Kudus bukan akhir, melainkan awal perjalanan menuju kedewasaan rohani. Dalam Kristus, kita dipanggil untuk terus bertumbuh dan berbuah dalam kasih,” tutup Yohana.