“Dirimu Sangat Berharga di Mata Tuhan”: Pesan Iman dari Pastor Pius Heljanan, MSC di Lauran
Oleh : Joko
Pesan Iman dari Desa Lauran: Jangan Menyangkal Yesus, Surga Taruhannya
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 12 Juli 2025 — Suasana pagi yang sejuk di Desa Lauran, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, menjadi saksi dari sebuah sapaan rohani yang hangat dan menyentuh dari Pastor Pius Heljanan, MSC, pemimpin umat di Kuasi Paroki Gereja Katolik Hati Kudus Yesus Lauran.
Melalui renungan yang disampaikan pada Sabtu pagi itu, Pastor Pius mengajak umat untuk meneguhkan hati dan tetap setia dalam iman kepada Yesus Kristus, apa pun tantangan yang dihadapi.
Kesetiaan yang Tak Goyah
Pastor Pius mengutip ayat dari Injil Matius 10:24-33 yang menekankan pentingnya tidak menyangkal Yesus di hadapan manusia. Baginya, kesetiaan kepada Tuhan bukanlah pilihan yang mudah, tetapi merupakan panggilan yang mulia dan penuh konsekuensi.
“Barangsiapa menyangkal Aku di depan manusia, dia akan Kusangkal di hadapan Bapa-Ku yang di surga,” tegas Pastor Pius dalam pesannya.
Menurutnya, bersaksi tentang Yesus adalah tindakan iman yang tidak bisa ditawar. Dalam dunia yang dipenuhi dengan tantangan dan godaan, setiap pengikut Kristus dituntut untuk tetap setia, bahkan ketika harus menghadapi kuasa kegelapan.
Jangan Takut, Dirimu Berharga di Mata-Nya
Pastor Pius juga mengingatkan bahwa setiap pribadi memiliki nilai yang sangat tinggi di mata Tuhan. Ia menyampaikan bahwa kegagalan terbesar seorang anak Tuhan bukanlah saat ia jatuh dalam dosa, melainkan ketika ia memilih meninggalkan Tuhan dan mengkhianati-Nya.
“Jangan pernah takut bersaksi tentang Kristus. Dirimu sangat berharga di mata-Nya. Setialah kepada Yesus. Bila kita menyangkal-Nya, maka surga pun bisa hilang dari hidup kita,” ungkapnya penuh ketegasan.
Menghidupi Iman di Tengah Realitas
Pesan rohani ini menjadi pengingat sekaligus penguatan bagi umat yang sedang berjuang menjaga imannya di tengah tantangan hidup. Pastor Pius menyampaikan renungan ini bukan hanya sebagai bentuk pengajaran, tetapi sebagai wujud kasih pastoralnya kepada umat yang dipercayakan kepadanya.
Melalui sapaan imannya, ia ingin agar setiap umat sadar akan tanggung jawab rohani mereka, dan tidak goyah dalam mengikuti Yesus Kristus sebagai satu-satunya jalan keselamatan.