Dr. H. Dedi Wandra, S.Ag, MA Launching Buku 5000 Pantun KBC MAN Kota Sawahlunto
Bumikan Cinta dalam Pendidikan: MAN Kota Sawahlunto Lahirkan Buku 5000 Pantun KBC
SAWAHLUNTO (Humas), 3 Januari 2026 Pagi itu di akhir rangkaian kegiatan Upacara Bendera memperingati HAB kementerian Agama RI ke-80 di Halaman MTsN 2 Kota Sawahlunto tidak sekadar menjadi tempat upacara, melainkan panggung perayaan literasi dan budaya, ketika Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, H. Dedi Wandra, secara resmi melaunching buku 5000 Pantun KBC MAN Kota Sawahlunto, sebuah mahakarya kolektif yang lahir dari rahim pendidikan dan kecintaan terhadap sastra Melayu.
Buku tersebut merupakan hasil karya bersama seluruh Guru dan Tenaga Kependidikan (GTK) serta siswa MAN Kota Sawahlunto, yang disusun dengan penuh ketekunan, rasa, dan tanggung jawab budaya, di bawah bimbingan Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, selain itu pantun juga di tulis oleh H. Hendri Pani Dias Kepala Bidang Pendidikan Madrasah Kantor Wilayah Kementerian Agama Provinsi Sumatera Barat, H. Dedi Wandra, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Sawahlunto, H. Mustatir, Kasubbag TU Kemenag Kota Sawahlunto, Syafruddin Kasi Penmad Kemenag Kota Sawahlunto, Muhammad Yustar Ketua POKJAWAS dan Pengawas MAN, Hj. Yusmaini, Pengawas PAI, dan Indra Gani, pengawas madrasah. Ribuan pantun yang terhimpun bukan sekadar rangkaian bait, melainkan denyut nilai, nasihat, dan jati diri yang diwariskan lintas generasi.
Dalam sambutannya, H. Dedi Wandra menyampaikan apresiasi yang mendalam atas lahirnya buku ini. Ia menegaskan bahwa peluncuran 5000 Pantun KBC bukan hanya peristiwa seremonial, tetapi sebuah penanda zaman bahwa madrasah mampu menjadi pusat lahirnya karya besar yang memadukan ilmu, iman, dan budaya.
“Pantun adalah akar kebijaksanaan Melayu. Ketika madrasah mampu merawatnya, berarti kita sedang menjaga peradaban,” ujar H. Dedi Wandra dengan nada penuh makna.
Buku ini lahir dari program KBC (Kurikulum Berbasis Cinta) yang dikembangkan MAN Kota Sawahlunto sebagai wahana pembelajaran kreatif dan literatif. Di tangan para guru yang visioner dan siswa yang bersemangat, pantun kembali menemukan rumahnya ditulis, direnungkan, dan dihidupkan kembali dalam konteks kekinian tanpa kehilangan ruh tradisi.
Kepala MAN Kota Sawahlunto, Dafril Tuanku Bandaro, dalam kesempatan yang sama mengungkapkan bahwa proses penyusunan buku ini adalah perjalanan panjang yang sarat nilai pendidikan karakter. Setiap pantun ditulis dengan kesadaran bahwa kata-kata memiliki tanggung jawab moral dan sosial.
“Kami ingin siswa tidak hanya pandai membaca dan menulis, tetapi juga mampu merawat bahasa, menghormati nilai, dan mencintai budaya sendiri,” tutur Dafril
Peluncuran buku 5000 Pantun KBC MAN Kota Sawahlunto menjadi bukti bahwa madrasah bukan sekadar institusi pendidikan formal, melainkan taman subur bagi tumbuhnya karya sastra dan kebudayaan. Dari Sawahlunto, pantun-pantun itu kini bersuara, menyeberangi waktu, mengikat masa lalu, masa kini, dan masa depan dalam satu simpul keindahan bahasa.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB