April 17, 2026

Bumikan Cinta dalam Pendidikan: MAN Kota Sawahlunto Lahirkan Buku 5000 Pantun KBC

IMG-20260103-WA0007

SAWAHLUNTO (Humas), 3 Januari 2026

Sebuah peristiwa literasi lahir dengan gema yang melampaui ruang kelas. MAN Kota Sawahlunto menorehkan jejak bermakna dalam dunia pendidikan dan sastra dengan melahirkan sebuah karya monumental: buku 5000 Pantun KBC (Kurikulum Berbasis Cinta), sebuah ikhtiar membumikan nilai kasih sayang, kemanusiaan, dan akhlak mulia melalui bahasa yang paling jujur sastra.

Buku ini bukan sekadar kumpulan pantun. Ia adalah cermin dari denyut hati pendidik dan peserta didik yang percaya bahwa pendidikan sejati tidak hanya mencerdaskan akal, tetapi juga menumbuhkan rasa. Dalam bait-bait pantun yang bersahaja namun bernas, cinta dihadirkan sebagai fondasi pembelajaran—cinta kepada Tuhan, sesama manusia, alam, ilmu pengetahuan, dan bangsa.

Lahir dari proses panjang yang melibatkan guru dan siswa, 5000 Pantun KBC menjadi saksi bahwa Madrasah bukan hanya ruang transfer pengetahuan, melainkan taman tempat nilai-nilai kehidupan disemai. Setiap pantun tumbuh dari pengalaman belajar, refleksi batin, serta dialog antara tradisi dan tantangan zaman. Di sanalah Kurikulum Berbasis Cinta menemukan bentuk nyatanya tidak sebagai konsep abstrak, melainkan sebagai praktik yang hidup.

Pantun-pantun dalam buku ini mengalir laksana sungai yang jernih: ringan dibaca, namun dalam maknanya. Ia merawat kearifan lokal Melayu, sekaligus menjadikannya medium pendidikan karakter yang relevan dengan dunia modern.

Di tengah derasnya arus digital dan pragmatisme pendidikan, MAN Kota Sawahlunto justru memilih jalan sunyi namun bermakna menghidupkan sastra sebagai penuntun nurani.

Kepala MAN Kota Sawahlunto Dafril Tuanku Bandaro dalam keterangannya menyampaikan bahwa buku ini merupakan wujud komitmen madrasah dalam menghadirkan pendidikan yang humanis dan berjiwa. “Kami ingin peserta didik tumbuh bukan hanya sebagai insan cerdas, tetapi juga sebagai manusia yang memiliki empati, adab, dan cinta, buku pantun ini merupakan hasil karya GTK dan Seluruh Siswa MAN Kota Sawahlunto, ujar Dafril.

Lebih dari sekadar prestasi institusi, terbitnya 5000 Pantun KBC adalah pesan moral bagi dunia pendidikan Indonesia: bahwa cinta dapat diajarkan, dirawat, dan diwariskan salah satunya melalui sastra. Pantun-pantun ini menjadi jembatan antara masa lalu dan masa depan, antara tradisi dan inovasi, antara ilmu dan hikmah.

Dari Sawahlunto, sebuah suara lirih namun kuat bergema pendidikan yang membumi adalah pendidikan yang menanam cinta. Dan melalui ribuan pantun yang dirangkai dengan kesungguhan jiwa, MAN Kota Sawahlunto telah membuktikan bahwa madrasah mampu menjadi pusat peradaban tempat kata-kata bertunas menjadi nilai, dan nilai menjelma tindakan.

Kontributor: Nofri Hendra

Editor : DTB