May 10, 2026

Era Nurza

Raja Ampat mahkota zamrud di pelipis timur
pernah kau jadi altar suci bagi laut dan langit
tempat karang bersyair, ikan-ikan bersujud
tempat angin menari, hening pun bersahut

Namun kini
serakah menjelma kapal, menebar racun dalam diam
mata-mata licik mengiris sabar samudra
menyusup lewat senyum, menikam lewat kontrak
dengan tinta berdarah atas nama “kemajuan”.

Lautmu disiksa
karang-karang patah dalam pelukan mesin rakus
gergaji berdansa di ketiak hutan
burung cendrawasih pun kehilangan langitnya

Mereka yang tak pernah mencintai
datang membawa kotak-kotak janji busuk
mengukur nilai pasir dengan angka kering
menukar bisik ombak dengan nyanyian ekskavator

Raja Ampat bukan ladang emasmu
ia bukan lempeng menu untuk pesta investor
ia adalah puisi yang ditulis Tuhan sendiri
dan kau robek baitnya demi selembar saham

Langit tak lagi biru
ia menunduk, malu pada anak-anak laut
yang lahir tanpa rumah
tanpa terumbu tanpa doa

Bila ini adalah harga dari kemajuan
maka biarlah dunia terbakar oleh beton dan serakah
tapi ingat
yang pertama mati adalah keindahan
yang terakhir tertawa adalah kehampaan

Padang, 8 Juni 2025