April 16, 2026

Empat Anggota KKB Sinak Kembali ke Pelukan NKRI: Titik Balik Damai Papua

Oleh : joko

Dari Senjata ke Persatuan: Empat Anggota KKB Sinak Ikrar Setia kepada NKRI

http://suaraanaknegerinews.com | Puncak, Papua Tengah — Empat mantan anggota Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap III Sinak secara resmi menyatakan ikrar setia kepada Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) dalam sebuah prosesi haru dan bermakna di halaman Markas Koramil 1717-02/Sinak, Distrik Sinak, Kabupaten Puncak, Papua Tengah, Rabu (9/7/25), pukul 13.50–14.50 WIT.

Empat pria yang sebelumnya berada dalam lingkaran kelompok separatis itu adalah Enden Tabuni alias Petiago, Erenus Tabuni alias Sembilan, Kilistu Murib, dan Yopi Tabuni. Mereka diketahui tergabung dalam kelompok bersenjata yang dipimpin oleh Tenius Kulua dan Kalenak Murib.

Ikrar Kembali ke Pelukan Ibu Pertiwi

Dalam upacara yang berlangsung khidmat, keempatnya membacakan ikrar setia kepada NKRI dan menandatangani pernyataan tersebut di hadapan aparat TNI-Polri, pemerintah daerah, tokoh agama, serta tokoh adat.

Momentum ini bukan hanya simbolis, melainkan menandai titik balik bagi proses perdamaian dan pembangunan di tanah Papua.

“Hari ini kami menyatakan kembali ke NKRI, meninggalkan kekerasan dan memilih jalan damai,” ujar salah satu dari mereka saat membacakan ikrar, disambut tepuk tangan hangat para tokoh masyarakat yang hadir.

Pendekatan Humanis Berbuah Damai

Prosesi ini menjadi hasil nyata dari strategi pendekatan persuasif dan humanis yang dikedepankan oleh Operasi Damai Cartenz. Kepala Operasi Damai Cartenz, Brigjen Pol. Dr. Faizal Ramadhani, menyebut keberhasilan ini tak lepas dari kerja kolaboratif lintas sektor.

“Ini adalah buah dari sinergi antara TNI, Polri, pemerintah daerah, dan para tokoh masyarakat. Kami percaya bahwa Papua damai bisa terwujud jika kita menyentuh hati, bukan hanya dengan senjata,” ungkapnya.

Wakilnya, Kombes Pol. Adarma Sinaga, serta Kasatgas Humas Kombes Pol. Yusuf Sutejo juga turut hadir dan memberikan apresiasi atas keberanian para eks KKB tersebut.

Seruan untuk Rekonsiliasi Nasional

Kasatgas Humas Operasi Damai Cartenz, Kombes Pol. Yusuf Sutejo menambahkan bahwa keberhasilan ini merupakan bukti bahwa ruang rekonsiliasi masih terbuka lebar bagi siapa pun yang ingin kembali ke pangkuan NKRI.

“Setiap anak bangsa berhak atas masa depan yang damai. Kami membuka pintu selebar-lebarnya bagi mereka yang ingin kembali dan membangun Papua secara bermartabat,” ujarnya.

Dukungan dari Tokoh Lokal

Prosesi ini juga disaksikan dan didukung penuh oleh para tokoh agama, tokoh adat, serta masyarakat sekitar yang mengharapkan situasi kondusif demi masa depan yang lebih baik. Mereka berkomitmen menolak kehadiran KKB dan mendorong perdamaian berkelanjutan.

“Kami sebagai tokoh masyarakat siap mendampingi mereka kembali ke kehidupan sosial dan produktif. Ini awal yang baik untuk perubahan di Sinak,” ujar salah satu tokoh adat yang hadir.

Harapan Baru untuk Papua

Kegiatan ini diharapkan menjadi inspirasi bagi anggota KKB lainnya agar mengikuti langkah yang sama, meninggalkan senjata, kekerasan, dan ketidakpastian demi ikut serta membangun Papua yang aman, damai, dan sejahtera.

Pemerintah memastikan bahwa rehabilitasi, reintegrasi, dan program pembangunan akan terus dilanjutkan bagi mereka yang memilih untuk kembali.

Langkah-langkah konkret seperti pelatihan, pekerjaan, dan pembinaan akan diberikan sebagai bentuk nyata dukungan negara.

Dengan semangat persatuan dan kemanusiaan, Papua Tengah hari ini menorehkan catatan penting: bahwa harapan untuk perdamaian selalu ada ketika tangan-tangan yang sebelumnya menggenggam senjata kini terbuka untuk berjabat dan membangun.

#humaspolreskeptanimbar