April 21, 2026

Guru Hebat, Pendidikan Kuat: Pascasarjana UNP Bekali 272 Guru Pamong Kota Padang Menulis

Laporan Era Nursa

Padang. Dunia pendidikan sedang memasuki babak baru. Era digital bukan lagi sekadar tren, melainkan keharusan yang menuntut para guru untuk bertransformasi. Dalam semangat itu, Pascasarjana Universitas Negeri Padang (UNP) kembali menunjukkan kiprahnya sebagai motor penggerak inovasi pendidikan dengan menggelar Workshop Pemanfaatan Tool Artificial Intelligence (AI) dalam Penyusunan Perangkat Pembelajaran bagi Guru Pamong PPG Guru Tertentu periode tahun 2025.

Kegiatan yang berlangsung selama empat hari, 23–26 Oktober 2025, di Hotel UNP Padang ini diikuti oleh 272 guru dari berbagai jenjang pendidikan PAUD, SD, SMP, SMA, hingga SMK se-Kota Padang. Workshop ini menjadi ruang inspiratif bagi para pendidik untuk menyalakan semangat baru: bahwa guru harus terus belajar, beradaptasi, dan berinovasi di tengah kemajuan teknologi yang tak terbendung.

Hari pertama dan kedua diisi oleh Denny Kurniadi, M.T., dosen dari Jurusan Teknik Elektro, Fakultas Teknik UNP, yang membawakan tema besar “Membuat Buku dengan AI”. Dalam paparannya yang energik dan inspiratif, Denny menggugah para guru untuk tidak takut pada teknologi, melainkan menjadikannya sahabat dan alat bantu yang memperkuat kreativitas pendidik.
“AI bukan pengganti guru, tapi penolong bagi guru yang ingin melompat lebih jauh.
Guru yang mau belajar memanfaatkan AI akan mampu menulis lebih cepat, menyusun pembelajaran lebih menarik, dan menghasilkan karya yang berdampak luas,” ungkap Denny di hadapan peserta yang tampak antusias mengikuti sesi demi sesi.

Para peserta diajak mengenal dan mempraktikkan berbagai tool berbasis AI seperti ChatGPT, Canva Magic Write, NotebookLM, Gamma App, hingga LessonLab AI. Mereka belajar membuat buku ajar digital, modul pembelajaran interaktif, serta perangkat pembelajaran yang relevan dengan kebutuhan peserta didik masa kini.
Antusiasme peserta terlihat dari suasana ruangan yang hidup. Setiap kelompok guru sibuk berdiskusi, mencoba fitur-fitur baru, dan bahkan mulai merancang ide buku ajar mereka sendiri. “Dulu saya pikir menulis buku hanya bisa dilakukan oleh penulis profesional. Tapi sekarang saya sadar, guru juga bisa menjadi penulis hebat dengan bantuan AI,” tutur salah satu guru SD peserta workshop dengan mata berbinar.

Direktur Pascasarjana UNP dalam sambutannya menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar pelatihan, tetapi juga gerakan nyata membangun pendidikan yang adaptif dan visioner. “Pascasarjana UNP ingin menumbuhkan kesadaran bahwa guru bukan hanya pengajar, tetapi juga inovator. Dengan kemampuan AI, guru bisa melahirkan karya yang bermanfaat bagi siswa dan bangsa,” ujarnya.
Selama empat hari, para guru pamong dibimbing untuk memahami filosofi pemanfaatan AI dalam dunia pendidikan, bukan sekadar sebagai alat bantu teknis, tetapi juga sebagai mitra berpikir dalam merancang pembelajaran kreatif dan berorientasi masa depan. Workshop ini juga memberi ruang kolaborasi lintas jenjang, di mana guru PAUD hingga SMK saling bertukar ide, strategi, dan pengalaman.

Kegiatan semangat optimisme dan kebanggaan. Banyak peserta berhasil menghasilkan rancangan draft buku ajar digital yang siap dikembangkan lebih lanjut. “Kami dibekali bukan hanya dengan file digital, tapi dengan semangat baru untuk menjadi guru pembelajar,” ujar salah satu peserta, Edrawati, Guru SMPN 13 Padang.

Workshop ini menjadi bukti bahwa pendidikan tak pernah berhenti bergerak. Pascasarjana UNP menyalakan obor perubahan: melahirkan guru-guru yang tak hanya cerdas dalam mengajar, tetapi juga bijak dalam berinovasi. Sebab di tangan guru yang berdaya dan berpikiran maju, masa depan pendidikan Indonesia akan semakin kuat, adaptif, dan berkilau.

Padang, 24 Oktober 2025