Semangat Literasi Budaya: MAN Kota Sawahlunto Terima Kunjungan Istimewa Tim Museum Keliling
Sawahlunto (Humas) 20 April 2026,
Pagi Menjelang siang menyambut langkah-langkah kecil yang hari itu membawa jejak besar bagi dunia pendidikan dan kebudayaan. Di halaman MAN Kota Sawahlunto, suasana berbeda terasa bukan sekadar rutinitas belajar, melainkan perjumpaan antara generasi muda dengan denyut sejarah yang datang menghampiri mereka.
MAN Kota Sawahlunto Kedatangan Tim Sosialisasi Museum Keliling dari Dinas Kebudayaan Kota Sawahlunto menjadi momen istimewa yang menghidupkan ruang-ruang Madrasah dengan cerita masa lalu. Rombongan ini hadir tidak hanya membawa benda, tetapi juga ingatan tentang perjalanan kota, tentang identitas, dan tentang warisan yang tak lekang oleh waktu.
Acara ini dihadiri langsung oleh Kepala Dinas Pariwisata Kota Sawahlunto, Guspriadi, bersama Yuristia Mega selaku Pamong Budaya, serta para staf yang dengan penuh dedikasi mengemban misi pelestarian budaya. Kehadiran mereka menjadi simbol keseriusan pemerintah daerah dalam merawat sejarah sekaligus menanamkannya kepada generasi penerus.
Rombongan disambut hangat oleh Plh. Kepala MAN Kota Sawahlunto, Oky Loly Weny, yang didampingi oleh Wakil Kepala Bidang Sarana dan Prasarana Husein Al Haves, serta sejumlah majelis guru. Sambutan itu tidak sekadar formalitas, melainkan cerminan keterbukaan dunia pendidikan terhadap nilai-nilai kebudayaan yang hidup dan berkembang di tengah masyarakat.
Dalam balutan suasana yang akrab, kegiatan sosialisasi berlangsung dengan narasi yang mengalir. Para siswa diajak menelusuri lorong waktu mengenal artefak, memahami kisah di baliknya, serta menyadari bahwa sejarah bukanlah sesuatu yang jauh, melainkan bagian dari diri mereka sendiri. Setiap benda yang dipamerkan seakan berbisik, mengajak mereka berdialog dengan masa lalu.
Guspriadi dalam Acara pembukaan menyampaikan menekankan pentingnya menjaga warisan budaya sebagai jati diri bangsa. Ia mengajak para siswa untuk tidak hanya menjadi penonton sejarah, tetapi juga penjaga dan penerusnya. Sementara itu, Yuristia Mega menghadirkan pendekatan yang lebih dekat dan komunikatif, menjembatani bahasa sejarah agar mudah dipahami dan dirasakan oleh generasi muda.
Lebih dari sekadar kegiatan seremonial, kunjungan ini menjadi ruang pertemuan antara pendidikan dan kebudayaan dua pilar yang saling menguatkan. Di tengah arus zaman yang terus bergerak maju, upaya seperti ini menjadi pengingat bahwa masa depan yang kokoh hanya dapat dibangun di atas pemahaman yang utuh terhadap masa lalu.
Hari itu MAN Kota Sawahlunto bukan hanya menjadi tempat belajar, tetapi juga ruang hidup bagi sejarah yang kembali bernafas mengalir lembut, menyapa generasi muda, dan menetap sebagai cahaya yang akan terus mereka bawa ke masa depan.
Kontributor: Nofri Hendra
Editor: DTB