Guru SMAN 1 Biak Antusias Ikuti Pengimbasan Pembelajaran Mendalam dan Kecerdasan Artifisial
Laporan Paulus Laratmase
–
Sebanyak 74 guru SMAN 1 Biak mengikuti kegiatan pengimbasan hasil Diklat Pembelajaran Mendalam, Koding, dan Kecerdasan Artifisial yang dilaksanakan di ruang guru SMAN 1 Biak pada Kamis, 11 September 2025. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut dari pelatihan yang sebelumnya difasilitasi oleh Balai Guru dan Tenaga Kependidikan Provinsi Papua di Kabupaten Biak Numfor. Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas guru dalam menyusun perencanaan dan strategi pembelajaran yang inovatif, berbasis teknologi dan pemikiran kritis.

Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Kepala Sekolah bidang Kurikulum, Abdul Rahman, S.Pd mewakili Kepala SMAN 1 Biak. Dalam sambutannya, Abdul Rahman menyampaikan pentingnya para guru untuk terus berinovasi dalam dunia pendidikan seiring dengan perkembangan teknologi dan kebutuhan siswa abad 21. Pengimbasan ini diharapkan mampu menjadi tonggak perubahan dalam praktik pembelajaran di kelas.
Sesi pertama diisi oleh narasumber Erliansi Pardosi yang membawakan materi pengantar mengenai pembelajaran mendalam. Dilanjutkan dengan Yemima Kethy Awom yang menguraikan aspek penting dalam asesmen pada pembelajaran mendalam. Materi berikutnya disampaikan oleh Tegar Ristianto yang membahas strategi penyusunan RPP atau modul ajar sesuai prinsip pembelajaran mendalam.
Setelah itu, narasumber Abdul Rahman memperkenalkan penggunaan aplikasi Python dan ChatGPT sebagai alat bantu guru dalam menyusun materi dan perencanaan pembelajaran. Melalui demonstrasi langsung, peserta ditunjukkan bagaimana teknologi seperti kecerdasan artifisial dapat mempercepat dan mempermudah proses kreatif guru dalam merancang pembelajaran yang relevan dan kontekstual.
Usai istirahat makan siang, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab yang cukup interaktif. Para guru tampak antusias bertanya dan berdiskusi, terutama seputar integrasi teknologi dalam proses pembelajaran. Setelah itu, peserta melakukan praktik menyusun perangkat ajar berbasis pembelajaran mendalam dengan bantuan aplikasi yang telah diperkenalkan.
Kegiatan resmi ditutup pada pukul 16.00 WIT oleh Wakasek Kurikulum. Dalam penutupannya, Abdul Rahman berharap agar semua guru dapat segera mengimplementasikan ilmu yang diperoleh dalam kegiatan pembelajaran sehari-hari. Guru yang belum menyelesaikan praktik perangkat ajar diberi kesempatan untuk melanjutkan secara mandiri pada Jumat, 12 September 2025, dengan dukungan dari narasumber bila diperlukan.