Hangatnya Jamuan Paskah Sinode GPM 2025 di Saumlaki: Tuan Rumah yang Membanggakan
Oleh : joko
http://suaraanaknegerinews.com | Saumlaki, 16 Mei 2025 – Suasana keakraban dan sukacita menyelimuti Gedung Enus, rumah dinas Bupati Kepulauan Tanimbar, saat Bupati Ricky Jauwerissa menjamu para peserta Paskah Sinode Gereja Protestan Maluku (GPM) tahun 2025 dalam sebuah jamuan makan malam yang hangat dan penuh kekeluargaan.
Acara yang digelar sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Paskah Sinode GPM tersebut dihadiri oleh jajaran tokoh penting gereja dan pemerintahan.
Tampak hadir Ketua Majelis Pekerja Harian (MPH) Sinode GPM, Pdt. Elifas Tomix Maspaitella, M.Si., bersama jajaran, Kepala Biro Pemerintahan Provinsi Maluku D.N. Kaya, S.Sos., M.Si. yang mewakili Gubernur Maluku, serta Wali Kota Ambon Bodewin Wattimena.
Tak ketinggalan, para utusan dari berbagai klasis di wilayah pelayanan GPM juga turut memeriahkan suasana.
Dari unsur pemerintah daerah, Wakil Bupati dr. Juliana CH Ratuanak, Penjabat Sekda Brampi Moriolkosu, SH, para asisten, pimpinan OPD, dan tokoh-tokoh gereja lainnya turut hadir dalam acara tersebut.
Dalam sambutannya, Bupati Ricky Jauwerissa menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kepercayaan yang diberikan kepada Kabupaten Kepulauan Tanimbar sebagai tuan rumah perayaan Paskah Sinode GPM tahun ini.
“Atas nama pemerintah daerah dan seluruh masyarakat Duan Lolat, saya mengucapkan selamat datang kepada seluruh peserta. Menjadi tuan rumah dalam iven besar gereja ini adalah sebuah kehormatan besar bagi kami di awal masa pemerintahan,” ujar Bupati.
Ia juga memberikan apresiasi atas terpilihnya Pdt. Elifas Tomix Maspaitella sebagai Ketua Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia (PGI) Wilayah Maluku periode 2025–2030.
“Satu pencapaian yang layak disyukuri dan menjadi kebanggaan seluruh umat,” tambahnya.
Menutup sambutannya, Bupati Jauwerissa memohon dukungan doa dari seluruh hadirin agar dirinya dan Wakil Bupati dapat menjalankan tugas pemerintahan dengan baik dan harmonis sepanjang periode kepemimpinan mereka.
Jamuan makan malam tersebut menjadi momentum yang mempererat hubungan antara gereja dan pemerintah serta memperkokoh semangat pelayanan bersama di tengah masyarakat Maluku.
.