May 10, 2026

Oleh: Rizal Tanjung

di tepi samudra senja, kau berdiri
angin mengusap helai rambutmu yang menari
matamu menunduk menata bunga
seolah merangkai rindu dalam sunyi

hatiku terdampar di bibir senyummu
seperti ombak yang pasrah pada pasir
mengetuk lembut, merayu mesra
mengharap tatapan yang sejuk mendesir

aku pun laksana angin yang gelisah
berbisik pada mawar dan melati
mengiringi langkahmu yang penuh lirih
menyemai kasih dalam puisi

kau petik bunga dengan jemari halus
serupa rindu yang kau rajut perlahan
setiap kelopak adalah kenangan
yang kau simpul di hati dengan harapan

di balik putih bajumu yang lembut
jantungmu mungkin bergetar sendu
adakah di sana sebuah nama
terselip dalam bisikan angin laut biru?

oh kasih, hatiku berbunga rindu
seperti padang liar di musim semi
menguncup dalam kesunyian waktu
lalu merekah saat kau hampiri

setiap hembusan napasmu
adalah kidung yang menidurkan gelisah
setiap sentuhan jemarimu
adalah mantra yang menumbuhkan indah

aku ingin menjadi angin yang memelukmu
menari di sela rambut dan pipimu
menyatu dalam kelopak bunga
berlabuh dalam dekap hatimu

jika rindu ini adalah taman
maka engkaulah musim semi
membuat mawar dan melati bermekaran
dalam hati yang haus akan kasih sejati

oh kekasih, hatiku berbunga rindu
menyebut namamu di tiap kelopak waktu
menggenggam harapan dalam setangkai doa
agar kau tahu, aku mencintaimu selamanya

2025