Hengky Rumere: Legenda Sepak Bola Indonesia dari Tanah Papua
Laporan: Paulus Laratmase | Pimpinan Umum SuaraAnakNegeriNews.com
–
Papua tidak hanya melahirkan pemain-pemain berbakat yang menghiasi lapangan hijau nasional, tetapi juga figur-figur senyap yang bekerja di balik sejarah. Salah satunya adalah Hengky Rumere, atau yang akrab disapa Heru—seorang legenda sepak bola Indonesia yang namanya tak terpisahkan dari Persipura Jayapura dan pembinaan generasi emas sepak bola Papua.
Rumere bukan sekadar bek tangguh. Ia adalah guru, penemu bakat, dan penjaga api semangat sepak bola Papua yang menyala lintas generasi.
Pilar Pertahanan Persipura Era Awal
Pada dekade 1970-an, nama Hengky Rumere dikenal sebagai pilar utama lini belakang Persipura Jayapura. Berposisi sebagai libero, ia memerankan peran ganda: menjaga kedalaman pertahanan sekaligus menjadi pengatur awal serangan dari belakang.
Gaya bermainnya khas, tekel bersih, tenang, cerdas, dan nyaris tanpa kekerasan. Di tengah era sepak bola yang keras, Rumere justru tampil elegan. Tak heran jika ia dipercaya menjadi wakil kapten Persipura, menandai posisinya bukan hanya sebagai pemain inti, tetapi juga pemimpin di lapangan.
Karier sepak bolanya juga ditempa melalui jalur pendidikan. Saat menempuh studi di IKIP Yogyakarta, Rumere sempat memperkuat PSIM Yogyakarta. Namun, setelah menyelesaikan pendidikannya, ia memilih kembali ke Papua,tanah yang kemudian menjadi pusat seluruh pengabdiannya.
Dari Lapangan ke Pembinaan Generasi
Pensiun sebagai pemain tidak membuat Hengky Rumere menjauh dari sepak bola. Justru sebaliknya, ia memasuki babak yang lebih menentukan: pembinaan dan kepelatihan.
Pada tahun 1986, bersama almarhum HB Samsi, Rumere turut merintis dan membesarkan Pusat Pendidikan dan Latihan Pelajar (PPLP) Papua. Dari tempat inilah lahir banyak talenta yang kemudian mewarnai sepak bola Papua dan nasional.
Nama-nama seperti Cristian Leo Yarangga, Aples Tecuari, Ronny Wabia, David Saidui, dan sejumlah pemain lain adalah buah dari ketekunan dan ketajaman mata seorang Hengky Rumere. Ia dikenal sebagai pencari bakat yang jeli, telaten membenahi kelemahan individu pemain, serta piawai merancang program latihan sesuai karakter anak-anak Papua.
Bagi Rumere, melatih bukan sekadar soal taktik, tetapi mendidik karakter, disiplin, dan rasa hormat pada permainan.
Sosok Bersahaja, Warisan yang Hidup
Di luar lapangan, Hengky Rumere dikenal sebagai pribadi rendah hati, ramah, dan bersahaja. Ia dihormati bukan karena suaranya yang keras, melainkan karena keteladanan hidupnya. Hingga masa tuanya, Rumere masih aktif memberi masukan bagi Sekolah Sepak Bola (SSB) dan komunitas sepak bola lokal di Papua.
Ia adalah tipe figur yang tidak mengejar sorotan, tetapi kehadirannya selalu terasa.
Kepergian yang Menggetarkan Sepak Bola Papua
Pada 19 Februari 2017, Hengky Rumere wafat dalam usia 70 tahun akibat musibah kebakaran di rumahnya di Jayapura. Kepergiannya meninggalkan duka mendalam, bukan hanya bagi Persipura Jayapura, tetapi juga bagi seluruh komunitas sepak bola Papua dan Indonesia.
Ia pergi, namun jejaknya tertinggal di setiap pemain yang pernah disentuh didikannya, di setiap filosofi bertahan yang bersih, dan di setiap lapangan tempat anak-anak Papua bermimpi.
Penutup
Hengky Rumere adalah bagian penting dari sejarah sepak bola Indonesia. Ia adalah legenda yang bekerja dalam diam dari bek tangguh Persipura, pelatih penuh dedikasi, hingga pendidik generasi penerus.
Warisannya tidak terukir dalam trofi semata, melainkan dalam manusia-manusia sepak bola yang ia bentuk. Dari Papua, untuk Indonesia.