April 19, 2026

HKY Pung Carita: Cinta yang Mengalir untuk Anak-Anak Hebat di Tanimbar

Oleh: joko

RD Ponsianus Ongirwalu: Kasih Harus Dimulai dari Keluarga, Berbagi Berkat, Merajut Harapan: Kisah Anak-Anak Hebat di Paroki Hati Kudus Yesus

Ketulusan doa berpadu dengan kepedulian, mewarnai misa novena Bunda Penolong Abadi hari ke-4 di Desa Olilit Barat, buku tulis, pena, hingga seragam sekolah menjadi simbol kasih untuk anak-anak hebat yang setia melayani.

http://suaraanaknegerinews.com | Senin, 25 Agustus 2025, udara pagi di Desa Olilit Barat, Kecamatan Tanimbar Selatan, Kabupaten Kepulauan Tanimbar, terasa begitu hening. Denting lonceng gereja Katolik Paroki Hati Kudus Yesus (HKY) memanggil umat untuk berkumpul dalam misa pagi, dipimpin oleh Pastor Paroki, RD Ponsianus Ongirwalu.

Misa pagi ini sekaligus menjadi bagian dari rangkaian novena hari ke-4 Bunda Penolong Abadi. Seperti biasa, doa-doa umat terangkai dalam keteduhan liturgi, menghadirkan suasana syukur dan harapan. Namun, ada yang berbeda pagi itu—sebuah perayaan kecil penuh makna bagi anak-anak hebat yang setia melayani altar dan bacaan.

Pesan Pastor: Kebaikan Harus Dimulai dari Rumah

Dalam homilinya, RD Ponsianus Ongirwalu menyampaikan pesan yang menyentuh hati:

“Orang yang baik di luar tidak menjamin ia sungguh baik orangnya. Karena siapapun, jika sudah berada di luar, mereka hanya beradaptasi dengan kerasnya kehidupan. Tetapi kebaikan sejati akan tampak di mana saja, terutama dalam keluarga. Karena baik bukan karena orang lain, melainkan karena diri sendiri.”

Pesan ini menggema di tengah jemaat, seolah mengingatkan setiap pribadi untuk menjadikan keluarga sebagai sekolah pertama bagi kasih dan kebaikan.

HKY Pung Carita: Tanda Kasih untuk Anak-Anak Hebat

Usai misa, suasana haru dan bahagia pun tercipta. Melalui program “HKY Pung Carita: Berbagi Kasih”, panitia memberikan hadiah sederhana namun penuh makna untuk anak-anak yang selama ini setia melayani misa sebagai misdinar, pemazmur, dan lektor.

Hadiah berupa buku tulis, pena, dan pakaian seragam itu diserahkan dengan senyum penuh cinta, sebagai bentuk apresiasi atas kesetiaan mereka mendampingi liturgi setiap hari. Anak-anak itu disebut sebagai “anak-anak hebat”, karena semangat mereka melayani tanpa pamrih.

Doa dan Terima Kasih untuk Para Donatur

Acara ini tidak lepas dari dukungan umat dan para donatur yang dengan tulus hati membantu. Sumbangan sederhana namun berarti ini menjadi benih harapan bagi masa depan anak-anak.

“Terima kasih kepada para donatur dan keluarga kudus yang sudah membantu anak-anak hebat demi masa depan dan cita-cita mereka. Tuhan senantiasa memberkati dengan berkat yang melimpah,” ungkap panitia dengan penuh syukur.

Di akhir acara, salam penuh keakraban menggema. “Syalom, Salve, Kidabela, Ubilaa Norang Ita Didtinemun.”

Di Desa Olilit Barat, misa bukan sekadar ritus iman, melainkan ruang kasih yang hidup. Dari tangan sederhana umat hingga nasihat penuh makna dari RD Ponsianus Ongirwalu, tumbuhlah harapan bahwa kebaikan akan selalu bersemi, dimulai dari rumah, lalu mekar untuk sesama.